behind the scene Ayat-Ayat Cinta
April 5, 2008 at 3:17 am | In bengkulu, motivation, our healthy, teori dalam arsitektur | 28 Comments(Ayat-Ayat Cinta di mata para arsitek) 
ada artikel menarik yang saya dapatkan dari forum arsitektur UNS. ternyata, para arsitek juga membahas film ini. bukan dari sisi jalan ceritanya (rasanya arsitek juga g begitu pinter menelaah mengenai cerita suatu film
), tapi membahas tentang hubungan dari pembuatan film tersebut terhadap bangunan herritage (bangunan sejarah budaya yang dilindungi, red) mau tau apa yang dibahas?
just for our information… (mencoba melihat dengan kacamata arsitek) (presty ceritanya lagi pengen nggaya sebagai calon asitek
)
Ayat-Ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah
Oleh : E. Widiyati 26-Mar-2008
06:34:35 WIB
KabarIndonesia – Film produksi dalam negeri yang kabarnya mampu menarik dua juta penonton pada minggu pertama ini, ternyata menimbulkan dampak negatif pada proses pembuatannya.
Seperti kita ketahui, film laris besutan Hanung Bramantyo ini menggunakan setting di Lawang Sewu – Semarang yang disulap menjadi lokasi seperti di Mesir tempat tokoh Fahri menuntut ilmu.
Pada proses pembuatan setting inilah terjadi perusakan pada bangunan bersejarah Lawang Sewu. Tembok-tembok kuno dipaku, daun pintu dilepas, diganti kacanya dan dicat ulang adalah sebagian dari daftar ‘dosa’ yang dilakukan kru film ini. “Tindakan tersebut jelas-jelas merusak orisinalitas Lawang Sewu. Jika tindakan tersebut dilakukan di luar negeri, pelakunya akan langsung didenda dan dipenjara!” kata Ir. Rizal Syahrial, seorang pemerhati bangunan bersejarah yang berdomisili di Semarang.
Lawang Sewu yang dibangun sejak 1908 adalah karya JF Klinkhamer dan BJ Quendag dari Belanda. Bangunan ini memiliki nilai historis, desain arsitektur maupun interior yang amat tinggi. Awalnya gedung ini adalah kantor pusat Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada 1864. Setelah kemerdekaan, kemudian dimanfaatkan sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia. Pada saat pertempuran lima hari meletus di Semarang tahun 1945, Lawang Sewu dan sekitarnya digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembantaian. Karena itu, hingga kini kesan angker masih melekat pada gedung tua ini.
Tak hanya Ayat-ayat Cinta yang pernah menggunakan Lawang Sewu sebagai lokasi shooting filmnya. Film horor berjudul sama: Lawang Sewu – Dendam Kuntilanak yang juga diproduksi oleh MD Pictures telah turut andil pula pada kerusakan yang terjadi pada bangunan kuno ini. Padahal menurut UU no 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya disebutkan bahwa tindakan merusak benda cagar budaya, termasuk mengubah warna atau bentuknya, akan dikenai sanksi pidana. Pihak Pemkot Semarang sendiri juga sudah memperkuatnya dengan SK Wali Kota 650/50/1992, bahwa Lawang Sewu adalah salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang dilindungi.
Ir. Rizal Syahrial selaku aktifis di Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur (KITA), amat menyayangkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap bangunan-bangunan bersejarah di kota Semarang. Padahal kota ini dikenal hingga manca negara antara lain karena sejarah dan bangunan-bangunan kunonya yang bernilai tinggi. Sebut saja seperti Sam Po Kong yang dikenal lewat legenda Ceng Ho, maupun pasar Johar yang merupakan karya arsitek terkenal Thomas Karsten.
Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang ini juga berpendapat: “Bangsa yang besar, adalah bangsa yang mengingat sejarahnya. Kita semua ada karena sejarah masa lalu. Sejarah ini bisa dipelajari antara lain dari bangunan-bangunan bersejarah yang ada. Jika bangunan bersejarah itu kita rusak sendiri, bagaimana tanggung jawab kita kepada keturunan kita nanti?”
*Penulis asli adalah Mien Setiawan seorang pemuda yang berjiwa artistik asal Semarang, dan penggemar benda-benda bersejarah.
28 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.














walah , saya baru tahu.
nyokkk , kita jaga dan lestarikan nyang belum rusak
nyokkk
udah di link coba liat
>>b4, syukron bang, udah menyelamatkan pertamax dari si pepi

iyah, bangunan sejarah itu kan jati diri kita, nyok dijaga!
btw, dah di link? asiiiiikkkk!!
*joget2 g tentu*
Comment by realylife — April 5, 2008 #
yahhh kedua lagi
>>wa ha ha ha
terimakasih buanyaaak buat bang said yang menyelamatkan posisi pertamax dari pepi..
xi xi xi
Comment by masmoemet — April 5, 2008 #
lom nonton pilemnya
>>cappe deeehhh..
Comment by masmoemet — April 5, 2008 #
pengen hatrick
>>*nyiapin peralatan tempur*
Comment by masmoemet — April 5, 2008 #
pulang ahhhh cape … mo bo2
>>dah, pulang sanah..
hush hush!!
Comment by masmoemet — April 5, 2008 #
skalian ahhh biar genap 5 komen ( hahhh masa 5 dibilang genap ??? )
>>pepppiii!!!!!
*langsung k blog pepi buat ngobrak-abrik*
*sangaaaar*
Comment by masmoemet — April 5, 2008 #
Komen keenam
Sekalian bikin rusuh
Ga bawa godam Kok
>>beneran bun gbawa GODAM?
*ngintip g percaya memastikan*
laaahh.. tapi ketapelnya dah siap di jepretin!!
Comment by Menik — April 5, 2008 #
Komen Ke tujuh
Lawang sewu rusak ?
Apa ‘penghuni’nya ga marah ?
>>belom dapet kabar bun..
soalnya katanya ‘penghuninya’ belom nonton
Comment by Menik — April 5, 2008 #
Komen Hattrick !
YESSSSSS !!!
Penghuninya ga bakal marah tu Ty, wong saiki dia lagi di Medan.
Kunjungi aja http://www.masmoemet.wordpress.com
Secara, dia juga belum nonton, jadi mana tau kalo ‘rumahnya’ dirusak kru AAC
>>:lol:

*sampe sakit perut ketawanyah*
iya, pantesan comment dianya lemes. secara, dia was2, “beneran g ya, rumah gue dirusak?”
Comment by Menik — April 5, 2008 #
lawang sewu..?
hmm… syerem…
>>aahh.. yang bener? soalnya kemarin ada berita penghuni lawang sewu takut sama mz TEHAHA
(lebih serem katanya)
Comment by tehaha — April 6, 2008 #
belum sempat nonton pilemnya, tapi dari cerita kawan2 di milis, pilemny katrok bin kampungan. apa benar?
bukannya shooting di al azar university, mesir? kok di semarang? halah…
>>kampungan?katrok?


lucu, belom nonton, mz iqbal dah ngritik
walah.. g ikut2an aahh… xi xi
yang pasti, cinta produk dalem negeri lah
sebagian diambil di sini, mz…
*main k blog mz iqbal aaahhh…*
Comment by mohammad — April 6, 2008 #
Ooo gitu…. no comment [lah ini apa bukan comment?]
BTW Lestarikan budaya kita! ………………..
>>
ho-oh!!
Comment by azaxs — April 6, 2008 #
Baru tahu aku , but makasih ya infonya
>>sama-sama…
sama-sama…
Comment by Landy — April 6, 2008 #
Pertama Kali Lari Ke Blog Ini adalah Avatarnya… Lucu dan Manis banget
>>he he, ketipu avatarnya ya, mz?


aselinya lebih manis kok
*NARSIS mode : ON*
sering2 lari ke blog ini ya mz (mampir,red)
Comment by dzarmono — April 6, 2008 #
waaaahhh.. ternyata!!! baru tau dirikuwww…
>>dah tau, to?

)
nyox, kita jaga bangunan sejarah milik kita!
*berapi2*
(awch!!panas!he he
Comment by raddtuww tebbu — April 6, 2008 #
itu penghuninya belum tau juga ?
tumben
>>
)
iya tu bun… dia mah berlagak g ngeh sekarang..
(apa emang di pepi rada lemot?
Comment by Menik — April 6, 2008 #
Wew… baru tau kalo AAC merusak sejarah. gini nih kalo mo hasil instan tanpa memikirkan efek sampingnya.
>>iya tuh..
*sampe monyong mulutnya*
Comment by Luthfi — April 6, 2008 #
” ngomong-ngomong Raja Jin di lawang sewu udh dikasih tau belum sama pak Ir.Rizal kalau bangunan tempatnya dibongkar-bongkar sebagiannya ?”
>>nah itu dia yang saya dan bunda menik obrolkan mz paundra..
si pepi pura2 g ngerti soalnya… padahal dia dah baca artikel ini
xi xi xi
Comment by langitjiwa — April 6, 2008 #
HHHmmm …
Begitu ya Prest …
Baru tau aku …
Tapi ya sudahlah … mudah-mudahan tidak diulangi lagi untuk yang akan datang …
Salam
>>iya, om.. sedih, ya?
Comment by nh18 — April 7, 2008 #
bener2
dasar arsitek
>>he he
kan sekali2 mo nggaya
Comment by achoey sang khilaf — April 7, 2008 #
afwan mbak..
dirku fastreader…
>>*bingung, kok minta maaf..*
dimaafin deh..
Comment by hanggadamai — April 7, 2008 #
Sudah lama kepengen nonton ini film, masalahnya sampai sekarang masih belum punya waktu juga
… mungkin lusa kali ya … saya harus jadwalin nih …
>>tjuph tjuph tjuph…
ntar klo dah nonton, ceritain ya, pak…
Comment by Hari Jonathan — April 9, 2008 #
wah, bagus tuh, bisa melestarikan budaya
>>makanya, yuk ikutan melestarikan budaya!
Comment by eskaku — April 9, 2008 #
gitu yah mbak…jadi nambah ni wawasannya, seharusnya sih gak perlu meruk yah
lam kenal mbak dari tetangga sebelah
>>iya tuh, sedih kan ngeliet budaya kita dirusak bangsa sendiri??
salam kenal juga…
*ngeliet bilik sebelah*
gada kamu tu, mel..
Comment by desmeli — April 10, 2008 #
Wah, tu penghuni lawang sewu ape kagak berang tu die dioprak aprik singgasana nye? *bhs medan ape betawi kie
>>nah itu dia, penghuninya lagi merantau ke medan mba.. si pepi namanya. dia sih dah dikasih tau, tapi dia masih sok cuek
Comment by Amel — April 12, 2008 #
…Wah Wah kok Parah yaakk… *sedih* jangan2 nanti situs bersejarah di jamah semua… hiks… hiks…
>>makanya itu mz joey, yuk kita sama2 pasang perisai untuk melindungi situs2 bersejarah itu!!
Comment by JoEy D`JuVe — April 14, 2008 #
Dear Presty,
boleh kenalan..?
Aku tau blogmu secara aku browsing tentang joglo..
Kmu mendalami tentang joglo ya..?
Aku berkecimpung jual bli joglo di kudus.
eh, aku jg pngin bisa bikin blog yg bagus kayak kamu (hehe, sori agak gaptek)
balas ya..

>>ge ge ge
*tersipu dipuji mz sultan*
bales k email mz sultan aja ya….
Comment by Sultan — April 17, 2008 #
Mungkin memang salah mereka, lain kali kita jaga kelestarian milik bangsa kita.
agar lain waktu tidak terulang…
tapi kita harus mengambil sisi positifnya….
kalo kalian dah baca novel atau liat filmnya, dari situ kita sebagai orang muslim bisa mengambil hikmahnya. dan kita akan bangga akan hal itu….
maaf untuk yang beragama lain………
>>lah, itu tau…
iyah, emang bener tuh…
*manggut2*
Comment by Gak tau — April 18, 2008 #