Broken

Bau rumah sakit itu ga pernah enak..
Dan malam ini harus menginjakkan kaki ke sini…

Sudah 4 minggu saya menstruasi. Atau tepatnya saya pikir saya menstruasi. Ini menstruasi kedua saya setelah melahirkan desember 2012. Yg pertama bulan nopember 2013, dan 5 april ini yg kedua.

Haid yg dimulai 4 minggu lalu ini memang tidak wajar. 2 minggu pertama hanya keluar flek. Itupun tidak seriap hari. Mulai tgl 21 baru mulai cairan berupa darah. Dan berlangsung sampai hari ini..
Jangan ditanya bagaimana rasanya 2minggu ini. Super lemeeess.. Minggu lalu saya coba konsultasi k klinik bersalin dekat rumah. Dr konsultasi saya, petugas bilang “haid” saya masih wajar dan saya hanya dibekali multivitamin dan suplemen penambah darah..

Dan..
Tadi sekitar pukul 7.30 malam ketika saya sedang berada d rumah hanya berdua dengan kak riri, saat sedang buang air kecil, saya menemukan gumpalan besar di jalan lahir saya. Saya coba tarik, susah.. Kemudian saya coba menarik nafas dalam dan mengejan sambil menarik gumpalan tadi..

“Plup”
Dan gumpalan besar jaringan bercampur darah keluar saat itu. Saya panik. Apa ini. Saya pun segera mengirimkan gambar jaringan tersebut kepada teman saya yang seorang bidan melalui bbm. Sambil menelepon teman saya mengatakan kemungkinan terburuknya

Sayapun segera memberitahukan suami. Dan suami sambil jalan pulang menuju rumah, meminta bantuan kepada tetangga. Ternyata seorang tetangga ada yg perawat. Dan beliau memastikan yg saya keluarkan adalah jaringan..
Entah jaringan apa. Untuk memastikannya, beliau menyarankan saya melakukan testpack

Pukul 9.30 malam sayapun melakukan testpack  saat itu kak riri yang terbangun pun ikutan rewel..
Dan dua garis pada hasil testpack itu berwarna hiyam. Those two black bars make my heart broken..
Broken into pieces….
Sayapun syok…

Setelah menenangkan hati, dan pikiran, dan mengikuti anjuran perawat, maka di sinilah saya. Di ruang periksa persalinan.. Akan mondok, bersiap untuk tindakan kuret esok pagi.. Meninggalkan kakak riri di rumah..
Semakin berkeping rasanya…

Duh gusti..
Sang pembolak-balik hati, berikanlah keikhlasan dalam hatiku. Berikan aku kekuatan untuk meyakini bahwa selalu ada hikmah dari semua.. Dan berilah hamba keyakinan bahwa semua yang hamba dapatkan adalah yang terbaik dariMu..
Semoga tindakan besok berjalan lancar dan bisa segera ketemu kak riri di rumah..
Aamiin, allaahuma aamiin..

istiqomah itu sulit, jendral!

istiqomah itu sulit, jendral!
nih contoh kecilnya, istiqomah buat mosting tulisan d blog, susahnyaaaaa minta ampun..
hehehee
padahal sejuta rencana, cerita, dan konsep udah desak2an di otak. tapi tangan masih aja enggan mengarahkan kursor ke tulisan : “new post” tiap kali njabanin wp. padahal bunda menik, ketua sohiblog rusuh udah nyolek2 ngajakin aktif lagi.. hihihihi

istiqomah itu sulit, jendral!
kalo orang bilang memulai itu sulit, buat saya, istiqomah melanjutkan apa yang sedang ditekuni itu jauh lebih sulit..
yang setuju sama saya pasti banyak.. wkwkwkk

keep-calm-and-stay-istiqomah

istiqomah saya yang paling sulit, berwirausaha tentunya. segala bidang dicoba. masalah utamanya ya tetep satu : ISTIQOMAH!
huahahahaa..
*kemudian mojok, jongkok, nangis.. :mrgreen:

[apa aja emangnya?]

Birth Story of Aathifah Zafiriah, Gentle Birth ~ part.2


rencananya mau ngadoin setahunnya kak riri 19 Desember kemarin sama postingan lanjutan cerita kelahirannya. tapi apa daya, baru bisa lahir sekarang tulisannya. heheheee.. :mrgreen:
postingan kali ini isinya tentang cerita lanjutan dari Birth Story of Aathifah Zafiriah. yang belom baca part 1-nya, monggo baca dulu di sini

150285_10151207323277647_561115180_n

Hari-hari menjelang HPL pun tiba. Tanggal 17 Desember, HPL saya sudah tinggal beberapa hari lagi. birth plan saya dan kak riri telah di ACC suami. tapi apa daya, bubidan Yesie, provider persalinan yang saya pilih, yang berada di daftar pertama birthplan saya saat itu malah sedang berada di Bontang dari tanggal 14-18 Desember! :mrgreen:
saya hanya bisa pasrah menunggu kepastian dari Allaah, memilihkan birth plan manakah yang terbaik menurut Allaah untuk kami.. dan akhirnya birth plan yang di ACC oleh Allaah adalah………

[CONTINUE READING]

Birth Story of Aathifah Zafiriah, Gentle Birth ~ part.1

Alhamdulillaah, akhirnya datang juga kesempatan untuk saya membayar hutang ke diri sendiri untuk menuliskan pengalaman saya melahirkan anak pertama saya. xixixii..

New Born Baby Aathifah Zafiriah

New Born Baby Aathifah Zafiriah

9 bulan yang lalu, pada tanggal 19 Desember 2012, tepat sehari sebelum hari lahir saya, saya berhasil melahirkan putri pertama kami, Aathifah Zafiriah (Kak Riri) dengan persalinan yang gentle dan ramah jiwa. kisah kelahiran setiap bayi tentu berbeda-beda. pun halnya dengan cerita kelahiran putri pertama kami yang luar biasa menyenangkan dan membahagiakan. well, here’s me n my baby’s story…

Continue reading

:: Untouched Wheelchair ::

Kelopak matanya tak sepenuhnya terpejam. Masih cukup jelas terlihat pupilnya yang legam menyala. Sambut isak bapak dan tangis adikku kuacuhkan sesaat di depan pintu ketika aku sampai di rumah ini. Aku hanya mampu mematung, tidak berkata-kata dan hanya diam, mencoba dengan dini mengikhlaskan kepergiannya tanpa menyentuhnya. Aku ikhlas. Hanya di dalam hati, ujung bibir ini tak bisa menggema mengucapkannya, karena memang ada penyesalan yang kusimpan.

Lima jam yang lalu, aku berpamit padanya untuk kembali ke kost. Dengan jawaban yang sangat sederhana, anggukan dan gumam “he-eh” saat kuusap lengan kirinya yang membaring, dia memberikan ijin. Kupikir dia sedang benar-benar penat hingga tak seperti biasanya tak memberikan tangan kanannya untuk kucium. Dengan tanpa firasat, aku pulang dengan sedikit keriangan atas kepulangannya dari Catleya 311 sore ini. Juga kelegaan karena telah membawakan satu permintaannya, beriring dengan kabar gembira dan ucapan terima kasih padamu.

 Image

Lobi-lobi berikut paman gembul mengantarkan putaran roda ini, dengan bayangan kegembiraannya esok hari saat dia duduk di atas kursi roda itu. Tak lagi aku menunda merebahkan tubuh sesampainya di kost. Tiga jam terpejam, aku terbangun dan segera bersuci kemudian berkeluh kesah dengan menengadahkan kedua tangan penuh harap kepada Sang Pemberi Berkah.

Niat untuk berkutat pada belaian bantal tertunda saat panggilan telpon dari Bapak yang memintaku kembali. Bergegas aku meluncur. Baru 5 km berjalan, inilah waktu dia dipanggil, meski tak diungkapkan oleh Bapak yang menelepon menanyakanku dan berpesan untuk berhati-hati di jalan. Tak ada yang mampu menghalangi kehendak Sang Maha Pencipta, hingga telah kudapati dia terbujur di depanku. Matanya yang tak menutup, mengisyaratkan ada yang masih diharapkan olehnya. Mungkinkah kehadiranku yang ditunggu??

Mom will never ever use it, even touch by fingertips

Hard for me, but I try to be tough

-@yandhagtau-

my 7th month pregnancy

alhamdulillaah, genap 7 bulan Allah menitipkan kejaiban cintaNya dalam rahim saya. dan saya masih melaksanakan long distance marriage dengan suami (Solo-Bengkulu). bahkan, demi menabung untuk menyambut kehadiran buah hati tercinta, kami harus ikhlas mengurangi intensitas pertemuan menjadi 3 bulan sekali.

beberapa mengatakan wanita hamil yang jauh dari suaminya biasanya fisiknya jauh lebih kuat dan tegar daripada bumil yang serumah dengan suami. well, saya setuju dengan hal ini. alhamdulillaah sampai sekarang belum ada keluhan berarti selama saya mengandung. jika dibandingkan teman sekantor saya yang harus masuk rumah sakit 2x dalam seminggu, tentu keadaan fisik saya jauh lebih saya syukuri. Tapi saya sangat tidak setuju ketika teman saya yang hyperemesis tersebut mengatakan kepada saya :
“kamu enak mba, ga ngerasain kan muntah2 sampe gabisa nelen ludah sendiri? ga ngerasain masuk rumah sakit 2x dalam seminggu”

Continue reading