MASJID CHENG-HOO SURABAYA

picture5.jpgPernah denger Cheng-Hoo, kan? Kayaknya anak arsitek gada deh yang gatau kuil Cheng-Hoo di Semarang. Tapi belum banyak yang tau keberadaan Mesjid Cheng-Hoo yang mengagumkan di Surabaya ini. Kenapa namanya sama dengan kuil di Semarang?

Nama Cheng-Hoo diambil untuk menghormati seorang admiral yang memimpin 1450 armada kapal, dengan misi menyebarkan ajaran agama Islam di Asia Tenggara pada abad ke-15. Muhammad sendiri merupakan keturunan Tionghoa. Karena beliau merupakan keturunan Tionghoa yang memiliki jasa besar di nusantara kita, maka nama ini juga digunakan untuk kuil keturunan Tionghoa di Semarang.

 

Nah, itu tadi sejarah singkat Cheng-Hoo. Lantas kenapa saya tertarik membahas Mesjid Cheng-Hoo? Waktu itu saya mendapatkan tugas menganalisis sebuah mesjid. Lalu melalui Ayah saya, saya mengetahui keberadaan mesjid yang unik ini. Kenapa unik? Karena mesjid ini merupakan Mesjid pertama di Indonesia yang bernuansa arsitektur Tiongkok. Masjid ini dibangun atas keinginan masyarakat Muslim Tionghoa di Indonesia untuk memiliki sebuah mesjid dengan gaya Tionghoa, untuk lebih mempertegas budaya Tionghoa.

 

picture2.jpgBegitu melihat bangunan ini, melalui bentuk atapnya dan warna yang mendominasi bangunannya, kita akan berfikir bahwa bangunan ini adalah sebuah kuil. Namun, begitu kita lihat dengan seksama, di puncak mahkota bangunan dapat kita lihat tulisan kaligrafi ALLAH )layaknya mesjid-mesjid kebanyakan), kemudian ukiran kaligrafi pada lubang penghawaan yang berbentuk bundar, serta keberadaan bedug dan mihrab pada bangunan ini, barulah kita mengerti bahwa bangunan ini adalah sebuah mesjid.

 

Mesjid kecil ini memiliki konsep yang sarat dengan makna. Bentuk bangunan yang bergaya Tiongkok dan dipadukan dengan budaya jawa, menggambarkan sikap hidup admiral Cheng Hoo yang bergaya hidup masyarakat kosmopolitan, penuh toleransi dan harmoni. Perpaduan ini dapat kita lihat melalui bentuk atap utama yang berbentuk pagoda (budaya India kuno) segi 8 (dalam perhitungan Tionghoa angka 8 berarti keberuntungan) dan berlapis tiga (budaya Hindu Jawa. Nuansa Tiongkok pada atapnya semakin terasa dengan coraknya dan warna yang didominasi oleh warna hijau, merah, dan kuning. Bentuk atap ini juga merupakan hasil adaptasi dari masjid Niu Jie di Beijing.

 

Komposisi bangunan dan lahannya juga memiliki makna tertentu. Ukuran mesjid yang tidak besar ini terlihat sangat mencolok karena berada di tengah lahan yang luas. Mesjid berukuran imut yang berada di tengah lahan yang luas ini tampil bak kapal Admiral Cheng-Hoo yang membelah samudera luas.

 

Ukuran podium yang kecil (9m x 11m) juga ternyata memiliki makna. Angka 11 diambil dari ukuran Kaโ€™bah di Mekkah. Sedangkan angka 9 melambangkan jumlah Wali Songo, Sembilan wali yang menyebarkan ajaran Islam di Indonesia.

picture1.jpg Warna merah, hijau, biru dan kuning yang mendominasi mesjid ini juga ternyata memiliki makna tertentu. Warna-warna ini sering digunakan pada bangunan Tionkok kebanyakan. Dominasi warna-warna ini membuat nuansa Tiongkok semakin kental pada Mesjid ini. Dalam kepercayaan Tionghoa, masyarakatnya percaya bahwa warna merah melambangkan kebahagiaan, biru melambangkan harapan, kuning melambangkan kemashyuran, dan hijau melambangkan kemakmuran.

 

Jumlah anak tangga yang berada di dalam dan luar masjid juga tidak sama. Di dalam masjid, berjumlah 6, sedangkan di luar masjid berjumlah 5. Ternyata, jumlah anak tangga yang berbeda ini sengaja dibuat oleh arsiteknya. Jumlah kedua anak tangga ini melambangkan jumlah rukun iman dan rukun Islam yang dimiliki umat Islam.

 

Mesjid yang dibangun tanpa pintu ini juga melambangkan sikap Admiral Cheng-Hoo yang penuh dengan keterbukaan dan menyambut kedatangan siapapun dengan latar belakang apapun dengan baik. Keterbukaan mesjid ini juga demikian, siapapun dengan latar belakang apapun yang dimiliki dapat memasuki mesjid ini sebagai tempat meminta perlindungan kepada Allah.

 

Masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh Mesjid Muhammad Cheng-Hoo ini. Salah satu keistimewaan lain adalah, grand opening pada tanggal 28 Mei 2003 yang dinuka oleh Menteri agama RI pada saat itu, juga menghadirkan sebuah penghargaan dari MURI atas prestasi sebagai โ€œPemrakasa dan Pembuat Mesjid Ber-arsitektur Tiongkokโ€, sebuah prestasi yang membanggakan..

 

Hhmm mungkin hanya beberapa hal ini yang bisa saya bagikan kepada teman-teman. Teman-teman penasaran dengan mesjid ini? Kalau teman2 ingin tahu lebih banyak tentang mesjid ini, ketika melancong ke Surabaya, sempatkanlah berkunjung ke Mesjid Muhammad Cheng-Hoo ini. Mesjid ini berlokasi di komplek gedung serba guna PITI, di belakang taman makam pahlawan Kusuma Bangsa Surabaya. Semoga sedikit tulisan saya ini bisa bermanfaat buat kita semua..

13 thoughts on “MASJID CHENG-HOO SURABAYA

  1. masjid yang unik….

    >> setuju!!๐Ÿ˜€
    bukan hanya sekedar melihat fungi, tapi juga kaya makna n cerita..๐Ÿ™‚

  2. hey kasih tahu donk caranya buat setting blog , aku cuma coba-coba sech belum tahu canya bikin blog! he…he..

    >>wah, tar.. (jadi inget kue tar..๐Ÿ˜† dasar presty..)
    klo pke multiply, presty juga angkat tangan…
    makanya, pke WP aja..๐Ÿ™‚
    *provokasi biar taryono kena virus WP๐Ÿ˜› *๐Ÿ˜†

  3. eh mba aku pengen gambar mesjid yang bagus ada gak? kayak gambar yang dia atas tuh??/

  4. gambar mesjid yang mana, yon? klo yang di atas, mah… tinggal di save ajah.. klo mesjid yang lain, maunya mesjid apa?
    *nggaya*๐Ÿ˜›

  5. o aku kmrn udh itu mba download mesjid banyak banget, tp aku pilih yang bagus aja, trs aku tampilin ke friendsterku dech!!!, tp bargkl mba punya gmbr mesjid yang laen , klo ada krm ke ak ya Mba!

    >>oh, ada bgt!! kemaren juga baru meng-capture dari video asmaul husna๐Ÿ˜€
    tapi gabawa, masih d kos… besok, ya yon..๐Ÿ™‚

  6. Salam kenal…
    Aku seneng banget nemu blog ini yg kupas masalah arsitektur masjid…
    Di negeri ini kan banyak banget masjid yg nilai “heritage”-nya kerasa banget, nah semoga blog ini bisa kasih kontribusi yg signifikan dalam hal ini…

    Oya, seingatku mahasiswa arsitektur ITB pernah riset ttg masjid2 di Ind & dipublikasikan dlm bentuk CD Masjid2000… Punya versi original-nya ga? aku cuman dapat copy-an dari teman… padahal aku pengen dapet yg original…

    Setro

  7. salam kenal juga…๐Ÿ˜€
    syukron, setro…๐Ÿ™‚ semoga bermanfaat ya..
    tapi baru satu ini sih, mbahas mesjidnya๐Ÿ˜› semoga besok2 bisa nambah banyak, ya…๐Ÿ˜‰

    aku juga tahu CD masjid 2000 itu, waktu dari semester 1 pernah diputerin.. tapi ya itu, yang ori-nya diriQuw juga g punya..๐Ÿ˜ฆ
    ntar coba tak tanya dosenQ ya…๐Ÿ˜€

  8. sudah pernah sih liaht di TV
    seneng aja klo ternyata mesjid bisa dimodifikasi gaya spt itu.

    = = = = =
    emang ni mesjid unik bgt..๐Ÿ˜€

  9. salut n sukses buat blognya, bagus sekali, teruskan berkarya.
    perkenalkan, saya kakak kelas ars-uns-81, salam kremol ( kalo masih ada..? ).coba deh nyumbang tulisan2nya ke milis nya Jeje-87 itu, supaya lintas angkatan bisa saling tahu,bisa pembelajaran buat kita2 yg dah tua ini.
    Alhamdulillah saya skg bermukim di Doha-qatar, ada masjid yg bagus di Doha ini, masjid lintas bangsa, Al-Fanar namanya.silahkan dikupas.

    salam sukses,
    uyok-81
    doha-qatar.

  10. ternyata chengho bikin mesjid dimana2 ya?
    di semarang juga ada, di surabaya juga ada…

    ayo manalagi????

  11. di pandaan jawatimur juga ada masjid chenghoo, lebih besar… letaknya sebelah kiri pas pinggir jalan raya dari arah pandaan, berarti sebelah kanan dari arah surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s