Fort Marlborough

1508h44.jpg

Kayak yang udah pernah aku janjiin, aku pengen bgt ngenalin salah satu bangunan heritage yang ada di Bengkulu. Satu situs sejarah yang membanggakan tapi belum begitu banyak yang tahu, benteng FORT MARLBOROUGH. Benteng Inggris terbesar di Indonesia, yang dibangun di tepi pantai Tapak Paderi di Bengkulu pada tahun 1714. Benteng ini memiliki peran lebih dari sekedar benteng pertahanan militer Inggris. Selain sebgai pusat pertahanan militer, benteng ini juga difungsikan sebagai kantor pusat perdagangan dan pemerintahan Inggris.

 

Desain tata ruang Benteng Marlborough mencerminkan keragaman aktivitas masyarakat yang berlangsung di dalamnya. Benteng ini memiliki luas 44.100,5 meter persegi, tetapi total bangunan dalam kompleks benteng hanya sekitar 20 persen dari luas lahannya. Bagian benteng selebihnya difungsikan sebagai ruang terbuka.

benteng.gif

Benteng Marlborough juga memiliki desain segi empat, selayaknya bangunan benteng yang lain. Desainnya menyerupai kura-kura, ditandai dengan empat bagian bangunan yang menyudut seperti kaki, serta satu kelompok bangunan yang menyerupai bagian kepala kura-kura yang ditambahkan pada tahun 1783. Bagian atas bangunan-bangunan ini tersambung melingkar menjadi pelataran beton untuk menempatkan meriam, sekaligus mempermudah mobilitas perpindahan meriam. Benteng ini juga memiliki 2 lapis dinding pertahanan. Sehingga pasukan bisa segera mundur ketika lawan berhasil menembus deinding pertahanan pertama.

Konstruksi benteng ini sangat kuat. Terbukti pada tahun 2000 lalu, waktu gempa 7,3 SR memporakporandakan Bengkulu. Tapi Benteng ini tidak mengalami kerusakan yang berarti, padahal benteng ini tidak menggunakan konstruksi beton bertulang. Kekokohan benteng juga tergambar dari ketebalan dindingnya. Dinding bagian luar setinggi 8,65m memiliki tebal 3m. sedangkan dinding bagian dalam memiliki tebal 1,8m. khas bangunan colonial, yang memiliki dinding yang sangat tebal. Bahan bangunan yang digunakan dalam konstruksi benteng ini antara lain batu karang, batu kali, dan bata yang disusun dengan perekat campuran kapur, pasir, dan semen merah.

pintune.jpg makame.jpg

Untuk memasuki benteng, kita harus melewati 2 jembatan yang dibangun di atas parit berkedalaman 1,8m selebar 3,6m yang dibangun mengelilingi benteng. Pada gerbang pertama, kita bisa melihat 4 buah nisan prasasti yang ditulis dengan gaya kuno dan masih bisa terbaca jelas. Setelah itu, di kanan sebelum jembatan kedua, kita bisa melihat 3 makam. Salah satunya Thomas Parr yang terbunuh tahun 1807.

pintu-tua.jpg

Setelah jembatan kedua, kita akan melewati The Great Gate, pintu gerbang dari kayu kapur yang sudah berumur hamper 3 abad. Di dalam benteng, terdapat banyak ruangan yang difungsikan sebagai kediaman para perwira, gudang senjata, ruang jaga, ruang istirahat penjaga, ruang tahanan, deretan barak tidur. Masing2 pintu ruangan yang terbuat dari jeruji besi menghadap ke halaman dalam benteng. btg3.jpgTentu saja, seperti benteng2 yang lain, benteng ini juga memiliki ruang bawah tanah yang difungsikan sebagai tempat menyimpan harta dan senjata. Selain itu juga terdapat lorong2 bawah tanah yang terakses keluar benteng sebagai jalan keluar rahasia dari benteng.

Di tengah benteng, terhampar halaman dalam berumput hijau dengan beberapa pepohonan yang teduh. Halaman dalam yang luas ini berfungsi bagi beragam kegiatan militer pada masa itu, misalnya upacara dan latihan keterampilan. Di lapangan ini pula dibacakan keputusan pengadilan dan kesaksian eksekusi militer. Sementara bagian halaman yang teduh oleh pepohonan dengan pemandangan laut lepas, menjadi tempat bersantai yang nyaman.

Saat ini benteng ini sudah dikelola dengan cukup baik oleh dinas pariwisata Bengkulu. Setelah di renovasi, bangunan terlihat lebih menarik. Untuk masuk dan menjelajah isi benteng, kita hanya perlu merogoh kocek 1000 rupiah. Selain sebagai tempat rekreasi, benteng ini juga sering digunakan sebagai tempat pelatihan outbound untuk anak-anak. Benteng yang kokoh di pinggir pantai yang indah dan ramai ini rasanya menjadi satu objek penting yang sayang dilewatkan kalo temen2 sempat singgah di Bengkulu. Berrekreasi sambil mempelajari sejarah untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dalam diri kita ^.^

28 thoughts on “Fort Marlborough

  1. hi tukang arsitek…kapan lulus??

  2. “Terbukti pada tahun 2000 lalu, waktu gempa 7,3 SR memporakporandakan Bengkulu. Tapi Benteng ini tidak mengalami kerusakan yang berarti, padahal benteng ini tidak menggunakan konstruksi beton bertulang.”

    hohoho.. wah..wah.. penjelasan khas gaya anak arsitek niy..!πŸ™‚
    btw, dah lama ni gak ke marlborough. (bener gak yah ejaannya?)

  3. Dek, walapun la hampir 18 tahun tinggal di Bengkulu, tapi bucik kau ko belum perna ke Benteng Marboro… ibo e…:D

    >> astaghfirullah… malu e mba, ambo dengarnyo… he he.. tenang bae, mba..lebaran besok sebelum nyampai ketahun ambo culik mba n bawa mba k benteng.. he he..

  4. saya kris dari DJakarta, sangat menyukai benda & bangunan bersejarah… saya berharap dapat melihat benteng β€œFort Marlborough” jika saya nanti ke bengkulu…. utuk temen2 d bengkulu tolog jaga benteng Fort Marlborough sebagai harta yang tak ternilai… GBU

  5. kalau ada foto foto bersejarah tlg email

  6. Pingback: Bengkulu dan sejarahnya « pReSty LaRaSati

  7. Saya meemiliki nenek bernama Djayem,yang masa kecil beliau pernah lama tinggal di dalam benteng. Beliau sering bercerita tentang suka duka beliau selama berada di sana. beliau lahir dan besar di dalam benteng Malborough. , beliau tinggal disana bersama orangtua dan adik2 nya.
    Buyut lelakiku Durasman,adalah seorang polisi RI ysng dipekerjakan Belanda sebagai tkg servis senjata. Bahkan beliau mengingat dengan jelas tempat2 rahasia di dalam benteng. Sampai saat inipun kami selalu menyempatkan diri mengenang masa kecil beliau dulu. Cerita beliau yang sangat menarik tentang Bengkulu pada zaman perang, mampu membuat kami betah berlama-lama mendengarnya.
    Sepertinya nenekku merupakan salah satu saksi sejarah dalam benteng Malborough lho…. kami bersyukur karena sampai saat ini beliau masih sehat dan masih dapat menceritakan masa kecil beliau tentang tanah kelahiran beliau kepada kami bahkan anak-anakku (buyutnya). semoga suatu hari saya dapat mengajak nenekku mengunjungi tempat kelahirannya di benteng Malborough.

  8. Maaf Kak, kalau boleh saya menyanggah, pernyataan bahwa ” Saat ini benteng ini sudah dikelola dengan cukup baik oleh dinas pariwisata Bengkulu. Setelah di renovasi, bangunan terlihat lebih menarik”, saya kurang sependapat. Jika dilihat keadaan bangunan, sungguh memprihatinkan
    karena ada beberapa ruangan yang berbau tidak enak (mudah2an kakak tahu maksudnya) yang disebabkan oleh ulah dari orang-orang yang kurang menghormati bangunan ini.
    Tapi, saya sangat senang karena masih ada orang yang sangat memperhatikan salah satu bangunan bersejarah yang terletak di Bengkulu khususnya, dan tak ternilai harganya yang harga tiket masuknya hanya Rp. 1000 rupiah ini.

    = = = = =
    hhmm.. iya, sih.. sebenernya keadaan benteng masih kurang memuaskan.. tapi coba kita bandingkan keadaan benteng pada tahun2 90-an. waktu itu keadaan benteng jauh jauh jauh lebih buruk lagi..πŸ™„
    tapi, presty juga setuju kok ma pendapat aya. memang bentneg kita itu harusnya lebih dirawat!

  9. Pingback: Sejarah Bengkulu « Jemaukitau’s Blog

  10. Pingback: sejarah provinsi bengkulu « β™‚eleo’s blogβ™‚

  11. lam kenal,,,,,,,,

  12. Sebagai Warga Negara Indonesia Yang di Lahirkan di Bengkulu or bencoolen pada thn 1882 klo saya ga’ salah, Saya Sangat Bangga Kepada Anda !!
    dan kalau seandainya saya juga bisa melakukan sesuatu ! Saya mau menjadi orang yang pertama kali mengenalkan Bencoolen town ke dunia maya or web ?!! Doa’in ya Kak !? Aamiin..!!
    bue’ ayu’ Pesty larasati I Love U girl…. hug u frimly….! n see yaa !!

    = = = = =
    waaahhh..
    saya jadi begitu tersanjung.. he he
    makasih, syafrizal.. alhamdulillah, dah banyak sekarang blog/web yang membawa bengkulu tercinta kita ke dunia maya. dan saya juga bangga pada mereka semua.. ^_^

  13. Pingback: Bumi Rafflesia « Selayang Pandang

  14. Pingback: Sejarah Bengkulu « ORANG PINGGIRAN

  15. Pingback: Bengkulu Bersejarah « Putra Rafflesia

  16. tanggal 4/11 09 saya mengunjungi benteng ini. benteng ini dibawa pengawasan jagar budaya jambi, kenapa bukan bengkulu, makanya pemerintah kota bengkulu kurang memperhatikan benteng ini, kock bisa? nah adalagi misteri yang belum terpecahkan dalam benak saya, saya mo nanya kesiapa? he…he…

  17. artikel diatas tidak banyak membantu dan tdk banyak penjelasan

  18. Liat benteng Marlboroug, aku ingat masa kecil, karena pada tahun 70 an, benteng dijadikan kantor Kodim Bengkulu, dan didalam benteng ada TK, aku bersekolah di TK Kodim sekitar tahun 75, dengan gurunya ibu Mis. Sebelum di renovasi kondisi benteng 50% hancur, sehingga dari pecahan beton di dinding benteng banyak tumbuh pohon cerry.

  19. heew..mba’ makasih.. info.na.. ak sukaa..πŸ™‚
    sejarahnya ak pake bhuwadt tugas B.ind di skulah..hehe..gpp kn mb?πŸ˜€
    bikin yg laen mba’…hehehe…

  20. saya warga jakarta, umur 71 th baru pertama kali ke bengkulu (1–3 Des 2010) dan berkunjung ke fort marlborough (lidah yogya “malioboro”??), salut dinas pariwisata bengkulu telah memelihara warisan budaya ini dengan baik, saya masuk ke ruangan benteng yang konon jadi tempat tinggal bung karno sewaktu diasingkan, terasa sejuk walau tanpa ac atau kipas listrik, terima kasih kepada redho pemandu yang katanya keturunan aceh padang, salam buat sapriadi (bengkulu), rini (bekasi) dan yani (plbg)

  21. Pingback: Sejarah Bengkulu | bbudayaindonesia

  22. Pingback: Sejarah Propensi Bengkulu | bbudayaindonesia

  23. makasih kak dsh terbitkan tntang fort marborough.disamping belajar sejarah,ini jg ngobatin kangen aq ma Bengkulu yg dah 10 tahun aq tinggalkan.sukses deh bwt kk
    mudah2an benteng kebanggaaan itu akan jadi tmpat wisata paling populer di indonesia.tntunya akan mmbwa kmakmuran bagi bengkulu sehingga bengkulu bs jaya seperti negeri peninggalan kerajaan inggris yang laen…

  24. wew mantap baru kali ini aku melihat benteng malbroug di web wkwkwkwk,…..

  25. Pingback: sejarah bengkulu « crossertt

  26. Pingback: Sejarah Bengkulu « sumaterainfo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s