KATEDRAL KOHL SEBAGAI WUJUD TEORI ADOLF HILDEBRAND

kohl1.png

Katedral Kohl teretak di Jerman. Katedral yang merupakan perwujudan arsitektur gotik ini memilliki dua menara dengan ketinggian 157m. Katedral dibangun pada tahun 1248, namun baru selesai tahun 1880. Bangunan ini tetap kokoh berdiri dan utuh setelah peristiwa Perang Dunia 2

Bangunan gotik ini memiliki skala yang cukup besar ditengah-tengah lingkungannya, dengan demikian pencahaayan eksternal tercapai optimal, sehingga tercitra menonjol dibandingkan bangunan di sekelilingnya. Dari kejauhan Katedral Kohl memiliki citra berjarak, siluet dua dimensional, dan kesatuan impresi tunggal, hal ini seperti teori yang dikemukakan Adolf Hildebrand.

Teori Adolf Hildebrand mengenai bentuk menyangkut hubungan spatial antara si pengamat dengan obyeknya sebagai suatu pengalaman artistic.
(materi kuliah Teori arsitektur)

Katedral Kohl ini akan lebih dapat tercitrakan melalui pengalaman artistik pengamat, khususnya yang mengamati bangunan dari titik pandang jauh hingga mendekati bangunan.

Dari titik pandang pandang jauh, bangunan ini memiliki kesan megah, kokoh, ramah, dan dinamis. Kedinamisan bangunan terasa dengan adanya permainan perbedaan tinggi masa-masa bangunan, terutama dengan kehadiran dua menara berjajar yang memiliki tinggi bangunan ekstrim.

kohl2.jpgKedinamisan semakin terasa ketika pengamat bergerak mendekati bangunan. Bangunan seolah-olah bergerak turut menyambut kehadiran pengamat dengan memberi kesan semakin dekat semakin kokoh dan angkuh. Hingga pada titik pandang dekat (halaman bangunan) merupakan puncak kesan bangunan yang raksasa, megah, kokoh, angkuh, dan statis, sehingga pengamat merasa kecil dan tidak berdaya. Pengamat mengalami proses perubahan pencitraan dari 2 titik dudut yang berbeda, titik jauh dan dekat..

Ide ruang bersama ide bentuk menyatu sebagai kesatuan ruang yang hakiki. Skala vertikal dalam ruang terwujud dalam bentuk luarnya (eksterior). Sebagai contoh, selasar dan altar memiliki dimensi ruang vertikal yang berbeda, hal ini juga terlihat pada eksteriornya yang memiliki dimensi yang berbeda pula.

Ketika memasuki ruangan, untuk mencapai altar yang merupakan ruang utama dari katedral harus melewati selasar panjang yang terbentuk dari jajaran kolom atau tiang yang memiliki skala vertikal cukup besar. Hal ini menandakan visi kinetis, serangkaian impresi berurutan

Altar terbentuk dari jajaran tiang mengeliling dan pencahayaan vertikal yang keduanya memiliki skala vertikal yang cukup besar. Hal ini sesuai dengan teori Adolf Hildebrand mengenai realitas bentuk.

2 thoughts on “KATEDRAL KOHL SEBAGAI WUJUD TEORI ADOLF HILDEBRAND

  1. assalamu’alaikum.

    ukhti, kapan-kapan membahas arsitektural Islam dong.

    banyak banget lho yang indah-indah, kayak benteng Shalahuddin Al-Ayyubi di Kairo & masjid Haga Sophia di Istanbul (sekarang jadi museum karena ke-sekuleran Turki).
    juga Masjidil Haram itu… ukhti kan bisa juga membahas mengapa tengahnya ada tanah lapang untuk tawaf dan tidak ada atapnya?
    dilihat dari perspektif arsitektur gimana?

    herannya… para arsitek masjid2 bersejarah itu nggak pernah kuliah di teknik arsitektur.
    Subhanallah…
    Yuk kita cintai Islam secara kaaffah!

    >>okeh okeh..
    tapi presty emang g ngambil MK arsitektural islam siih..😦
    jadi pengen juga…
    kemarin dah pernah lo mbahas masjid cheng-hoo surabaya
    coba baca deh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s