my super mom

dsc03553.jpgsekarang hari ibu, aku jadi kangen banget sama mamaQ. Dia wanita luar biasa buat aku. Wanita hebat dan tangguh. She is my hero, my inspiration. Dia bukan hanya ibu rumah tangga biasa. Dia wanita karier yang g pernah lelah berusaha. Klo dipikir-pikir, mungkin karena mama juga dilahirkan oleh seorang wanita karier (my grandma). Dan saudara perempuan mama, saudara perempuan papa juga semua wanita mandiri dan punya karier. That’s why aku n kakak perempuanku juga g pengen jadi ibu rumah tangga aja. Like mother like daughter ternyata bener, ya.. ^_^’

Well, her name is Miswarie. Asli Bengkulu, keturunan cina (gini2 aku ada darah cina-nya loh! Tapi karena papa, tampilan luarnya jadi njawani bgt deh ;-p). Mama memang bukan manusia sempurna, tapi aku benar2 mengaguminya. Mama hanya lulusan SMEA, tapi apa yang mama lakukan bener2 melebihi seorang dengan title s2. That’s why di tahun 2000 mama meraih penghargaan Dr.Hc yang ternyata saat ini bisa dibeli dengan uang.. Tapi aku tahu gelar itu mama dapat dari hasil kerja kerasnya. Mama bergerak di bidang kecantikan dan pengembangan kepribadian (tapi g nurun k anaknya masalah kecantikan.. he he) dengan berbekal ijazah sekolah kecantikan Martha Tilaar dan sekolah kepribadian John Robert Power.

Mama sejak dulu sering memenangkan lomba-lomba kecantikan, senam, dll. Pada tahun 2001 mama juga mendapat penghargaan sebagai 21 kartini Indonesia, penghargaan yang diberikan setiap tahun oleh Indonesia untuk 21 wanita berprestasi Indonesia. Prestasi-prestasi yang membanggakan, ya?

Hebatnya lagi, selain aku kagum dengan aktifitas mama, aku juga kagum dengan cara mama mendidik anaknya. Mama tidak mau terpaku pada karma bahwa bila kita mudanya bandel, nanti anaknya juga akan bandel. Sering terdengar cerita kenakalan-kenakalan mama waktu muda dulu. Dari sering ngelanggar lalu lintas (padahal waktu itu, ayah mama adalah kepala DLLAJR Bengkulu), sampe nyuri mangga orang.

Mama menyadari apa hal-hal yang membuat dirinya jadi bandel, misalnya terlalu dikekang ortu, tidak diberi kepercayaan, dll.. mama mendidik kami dengan memberikan kebebasan yang bertanggung jawab. Sejak SMP aku diberi motor. Kesibukan ortu yang jarang di rumah g lantas membuat aku ikut-ikutan membebaskan diri. Tanpa ortu minta, aku selalu mengabari keberadaanku. Aku dimana, sedang apa, sama siapa. Padahal ortuku g menuntut aku. Lalu saat narkoba mulai marak, mama malah bilang, “narkoba itu begini begitu. Tapi kalau kalian mau nyoba GPP, daripada penasaran. ntar mama cariin. Cobanya di depan mama ya..” nah, entah kenapa, cara ini justru efektif untuk membuat kami tidak ingin mencobanya. Papa mama juga selalu memberi kebebasan pada kami untuk memilih. Setiap kami akan memilih, papa mama hanya memberikan pandangan-pandangan secara objektif pada pilihan2 itu, tanpa menuntut kami untuk memilih A atau B. Yang selalu ditekankan mereka adalah, selesaikan sekolahmu, jadilah wanita yang mandiri dalam hidup, yang bahagia..

Tapi namanya keluarga, g seru kan kalo g ada berantemnya? Aku ingat, hal yang paling sering aku pertengkarkan sama mama adalah masalah pakaian. Yup, aku orang yang cuek bgt ma penampilan. Waktu aku SMP, pakaian yang mau aku pakai hanya kaos oblong n celana pendek kebesaran. Kalaupun celana, hanya celana cargo yang mau aku pakai.
Bayangkan betapa tragisnya, ibu seorang ahli kecantikan yang melahirkan model-model, anaknya berpenampilan seperti itu. He he, namanya juga masih kecil.. saat aku lulus SMU pun, kami masih sering berantem. Walaupun penampilanku sudah mulai berubah dengan jilbab, mama juga masih sering mengkritik penampilanku yang kata mama terlalu sederhana. Kaos, celana atau rok, jilbab lusuh.. apalagi saat itu aku emoh memakai pakaian berbau pink (gatau kenapa).

aqyu.jpg Tapi seiring berjalannya waktu, semua juga berubah. Satu momen (disakitin cowo brengsek..hi hi) membuatku mulai memakai baju pink, merubah penampilan. Aku juga mulai tertuntut untuk tampil lebih feminine, dengan warna-warna lebih cerah. Warna ternyata bisa mempengaruhi psikologi kita loh.. ternyata wanita, setomboy-tomboynya, pasti punya sisi feminine juga kok.. dan sejak itu aku sadar, ternyata omelan-omelan mama, kritik2 mama, semua Cuma untuk membuat aku tampil lebih menarik!! Makanya aku jadi tambah sayang mama. Semakin sering berantem, malah kerasa semakin dekat…

Waktu gempa 2000, saat aku dan asisten mama g berani bergerak di lantai atas, mama yang datang menjemput kami dengan berani.. mama is my hero! Betapa setiap katanya, setiap sentuhannya, setiap tindakannya, setiap gerakannya, semua dilakukan hanya untuk kami… love U so much, mom… kasihmu satu-satunya kasih sepanjang masa.. takkan pernah lekang oleh jaman…

3 thoughts on “my super mom

  1. Pingback: I love U, Mukti…. ^_^ « pReSty LaRaSati

  2. Pingback: i’m back…. ^____^ « pReSty LaRaSati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s