mengenal 2 tipe diabetes dan gejalanya

(sumber : Award Kesehatan Tiens vol.2)

tabel DM1 vs DM2

Pada penderita DM tipe 1, terjadi suatu keadaan yang disebut ketoasidosis diabetakum. Meskipun kadar gula dalam darah tinggi, tetapi sebaian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain.

Ketoasidosis diabetakum merupakan keadaan dimana sel lemak(salah satu sumber energy) dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam.

Gejala awal keatoasidosis diabetakum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan , mual, muntah, lelah, dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernapasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetakum dapat berkembang menjadi koma. Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stress akibat infeksi, kecelakaan, atau penyakit yang serius.

Penderita DM tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbul gejala yang berupa sering berkemih dan merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula sangat tinggi (> 1000 mg/dL, biasanya terjadi akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang, dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Secara umum, penyakit diabetes mellitus memiliki gejala awal yang dapat dikenali, antara lain :

  • Sering kencing pada malam hari / sering berkemih (poliuri)
    berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai > 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan melalui air kemih. Ginjal menghasilkan air kemih berlebih karena membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang.
  • Sering merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi)
    Akibat dari sering berkemih
  • Mengalami penurunan berat badan
    Karena sejumlah kalori hilang ke dalam kemih
  • Selalu merasa lapar / banyak makan (polifagi)
    Sebagai kompensasi penurunan berat badan yang terus menurun
  • Terganggunya penglihatan
  • Cepat lelah dan sering mengantuk
  • Berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olahraga
  • Pusing dan mual
  • Merasa gatal di tubuh
  • Terjadi gengren pada jari kaki (pembusukan) karena lebih peka terhadap infeksi
  • Melahirkan bayi dengan berat > 4 kg
  • Sering kesemutan

semoga informasi ini bisa membantu kita menghindari penyakit diabetes yang sekarang bukan lagi hanya disebabkan oleh genetis. bila gejala-gejala tersebut pernah anda/orang terdekat anda tangani, segerakan memeriksa kadar gula dalam darah anda.

be healthy! (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s