satu episode gagalnya pernikahanku (^_^)

1_997834026med.jpgwah, pengen sedikit curhat pagi ini sebelum ke kampus buat KRS-an (alhamdulillah masih KRS-an..he he) alhamdulillah, Allah masih saja memberi ujian buatku. memberikan kesedihan di beberapa waktu belakangan ini. aku percaya, semua susah dan senang yang terjadi sampai hari ini datangnya dari Allah. susah dan sedih, untuk menambah kedewasaan, melatih keikhlasan. senang untuk menambah kesabaran, dan melatih rasa rendah hati….

kenapa sedih? hhmm… aku sudah mengecewakan banyak orang dengan satu keputusan. alhamdulillah, rencana pernikahan februari ini ditunda oleh Allah. mungkn Allah tau, aku memang belum memiliki kesiapan ber-rumah tangga. atau, entah kenapa, aku yakin, Allah pasti punya rencana di balik semuanya. lebaran kemarin (karena dia di sumatra dan aku di jawa, jadi hanya pada moment lebaran semuanya bisa dibicarakan), rencana pernikahan ini mulai dibahas di keluarga. dia menunjukkan keseriusan untuk menikahiku. dan alhamdulillah, keluarga besarku juga menyukainya. dan dia insya Allah memang siap untuk menikah. aku pikir, aku sudah jera untuk menjalani yang namanya ritual pacaran, dan kupikir ini salah satu jalan singkat untuk menenangkan hati (dari episode masa lalu yang selalu menghantui๐Ÿ˜› ) jadi waktu itu kuputuskan menerimanya.

tapi lagi-lagi Allah membuktikan, manusia boleh ber-rencana, tapi semua keputusan tetap ada di tanganNya. banyak sekali kejadian-kejadian dariNya yang membuat pernikahan ini tertunda sejak itu. baik dari keluarganya, keluargaQ, kejadian2 di antara kami berdua, dan banyak lagi. dan satu yang pasti bergejolak dalam batinQ, entah kenapa, sekeras apapun aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku siap menikah, dan dia memang jodohQ, semakin yakin pula aku bahwa aku belum siap menikah.

masalah dia jodohQ atau bukan, hanya Allah yang tahu. sejak trauma pada masa lalu, aku hanya yakin jodohku adalah suamiku kelak. orang yang mengucapkan kalimat ijab kabul di depan waliku dan saksi2. belajar dari kesalahan di masa lalu, cinta yang aku beri hanya menjadi sia-sia. padahal aku bukan tipe wanita yang gampang untuk mencintai (cieeh…). bahkan, segala cinta, pengorbanan, yang aku berikan untuk lelaki yang belum menjadi suamiku hanya menjadi suatu ke-sia-an. entahh dia sengaja atau tidak, aku merasa “dibuang” begitu saja. tapi terimakasih, karena sejak saat itu, aku tahu, Allah memang hanya akan meridhoi cinta lawan jenis, hanya kepada suami atau istri kita kelak. dan sejak saat itu pula, aku bertekad untuk tidak menuruti hawa nafsuku mencintai lawan jenis yang bukan suamiku.

dan lelaki yang ingin meminangku ini, tahu betul apa yang aku tekadkan. pernah suatu saat dia berkata, “sepertinya aku hanya korban dari masa lalumu. tapi tak mengapa, tekadku untuk menikahimu sudah bulat, semakin bulat. karena sisa cinta yang hanya kamu beri untuk suamimu…”
hhm… sepertinya kata2 yang manis sekali, ya? aku sendiri g pernah menyangka, aku begitu berharga untuk dicintai. dan rencana pernikahanpun jadi seperti tergesa-gesa. tapi ya itu tadi, apa boleh dikata, semuanya adalah kehendakNya. mungkin Allah tahu keraguan dalam hatiku, atau mungkin memang belum waktunya aku menikah, atau mungkin juga kami memang tidak berjodoh, entahlah.. semua adalah rahasia Sang Penulis Takdir.

dan aku bersedih karena aku mungkin akan enyakiti hatiya. batalnya pernikahan bulan ini, tanpa tau kapan tanggal pastinya, membuatQ tidak nyaman dengan hubunganQ dengannya. bila diteruskan, apa bedanya dengan pacaran? pacaran seolah membuatku merasa menghianati cintaNya, menghianati janjiku padaNya.. dan harus ada yang dikorbankan.. apakah salah bila pada akhirnya aku memutuskan untuk mengorbankan lelaki ini? rasanya aku seperti menjadi orang yang menyakitiku. menyakiti orang yang berharap padaku. tapi setidaknya, semua kulakukakan insya Allah karena Allah.. dan Insya Allah, aku yakin, Allah pasti akan membantuku menyelesaikan semuanya dengan baik, bila semua dilakukan karena Dia, Robb-q

Alhamdulillah, Allah telah mempercayakan satu ujian lagi untukku. sekarang aku hanya ingin memperbaiki diriku sebelum Allah menentukan takdir pernikahanku. aku hanya ingin meningkatkan kualitas diri dan keimananku sebelum jodoh dari Allah benar-benar sampai padaku. aku yakin, Allah Maha Adil kepada hamba2Nya. dan aku yakin, bila jodohku datang di saat yang tepat, maka pasti tidak akan ada keraguan dalam hatiku lagi untuk menjalani episode pernikahan…

“Ya Allah, hamba ketuk pintu rahmatMu dengan tangan harapanku, hamba berlari menujuMu untuk meminta lindungan dari hawa nafsu hamba yang merajalela. hamba ikat jari-jari cinta hamba dengan ujung-ujung taliMu. Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran ndan kesalahan yang telah hamba perbuat. selamatkanlah hamba agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran.. Rabb, kepada siapa lagi hamba dapat memohon selain kepadaMu? Ya Allah, terangilah jalan hamba dengan cahayaMu.. amin”

16 thoughts on “satu episode gagalnya pernikahanku (^_^)

  1. ass…….
    pas baca artikel kamu aku jadi terharu. Selamat mencari keridhaan Allah. Semoga Ia memberikan yang terbaik untukmu (dan juga untukku, karena aku juga lagi pusing nih sama yang namanya jodoh. Ampuuun deh!)

    >> makasih, septi… septi juga semangat, ya!!!
    GANBATTE!!
    GANBATTE!!
    (^_^)

  2. Wuihh… menikah? Masih kuliah? Berani juga. Yang namanya jodoh, seperti kata pepatah: Tak lari gunung dikejar. Jadi jangan khawatir mengenai ini. Pacaran juga sering melenakan, seolah sang pacar sudah pasti jodoh kita. Makanya ketika tidak jadi, malah kita sakit hati, entah pada mantan pacar, atau lebih parahnya pada Allah SWT yang justru lebih tahu siapa pendamping yang terbaik bagi kita.

    Sebuah misteri. Tapi, begitulah cara Ia menunjukkan kekuasaan-Nya. Semoga Allah menunjukkan dan memberikan yang terbaik untukmu, Presty.

    >> yup, bener bgt. pengalaman juga, dulu pernah pacaran, melenakan. padahal pacaran tuh kayaknya banyak mudharat-nya ketimbang pahalanya.. yang ada malah sakit hati di akhirnya..
    doain ya, bg herman (^_^)

  3. Ini masgun yg dulu ngurusi buletin Sahabat. Masih inget ga?
    Subhanalloh dek presty dah brani melangkah utk menyempurnakan dien. Sungguh itu sangat mulia.
    Kalo detik ini masih pusing 7 keliling, bloeh donk mas bantuin, gimana? hehe…

    >> oh iya, majalah sahabat itu ya, akh? mz gu2n ini yang sering nelpon k QQTD buat ngingetin saya n mb pi2t yang bandel buat dateng ke rapat majalah, kan? hu hu… afwan akh, waktu itu masih bandel2nya… oya, gimana kabar keluarga kecilnya?
    btw, mo bantuin gimana nih? boleh2, bantuan apa aja asal barokah (^_^) iya, dah lama g mampir ke blog-nya akh gu2n, aku mampir ah…

  4. Semoga setiap helaian nafas kita adalah rintihan kerinduan padaNya…
    Keletihan jiwa kita yang berbalut keringat, adalah kumpulan2 amal yang kan menjadi saksi di akhirat kelak….

    Tep semangat ty….

    Allah Maha di Maha…..

    ^_^

  5. hmmm… menikah…
    menikah mudah menjalaninya yg sulit ( pengalaman pribadi ) sekuat apapun kita mencintai seseorang tapi kalau dia tidak mencintai kita, maka semua akan sulit…
    sekarang saya masih takut untuk mencintai dan masih belum berani membuka diri untuk dicintai….

    hidupku dan matiku kuserahkan padaMU ya ALLAH

    >> pengalaman pribadi? apa berarti udah pernah menikah dan gagal?
    fiuh… sabar sodaraQ, semua pasti akan menjadi indah pada waktunya…
    serahkan semua pada Allah. presty pernah juga merasa takut akan cinta. makanya presty hanya mau menjaga cinta ini, insya Allah untuk suami presty nanti… dan semoga semuanya kelak menjadi indah karena Allah…

    GANBATTE!!!

  6. ngomongin nikah mmg complicated..saran, lepaskan traumamu dimasa lalu, takutnya siapapun dia akan selalu ada keraguan dalam hatimu karena kejadian masa lalu.

    niakahkan buta menyumparnaka agama..so jangan takut buat nikah kalau dah ada yang ajak km buat khitbah. asalkan dia bisa jadi pemimpin dalam keluarga dan mempunyai ilmu agama yang bisa membimbing anak dan istrinya kelak.

    salam

  7. Aih…bersabarlah saja. Kerana sabar adalah separo iman. Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.๐Ÿ™‚

    Dan jangan pacaran…:-)


    >> syukron ya, akhi…๐Ÿ™‚
    bener, sabar adalah segalanya…
    semoga sabar dan ikhlas bisa selalu kita miliki,,,,

  8. kegagalan hanyalah sebuah keberhasilan yang tertunda,…
    semangat ukhti,…

    >> syukran.. subhanallah, terimakasih spiritnya, kakanda…๐Ÿ™‚

  9. kawin pres? please deh. kuliah lo piye? ya mboh deng. tujuan hidup orang kan juga beda-beda. tujuan gue HAVE A COMPANY kawin tuh no 2, 3 ato sepuluh. adopsi lebih bagus daripada nambah jumlah manusia dimuka bumi. itu menurut gue lho. Please dont get upset.

    >> wa ha3.. yah, itu kan episode kemaren, yur.. kayaknya Allah juga tau klo gue belom siap.. makanya jalannya juga g dimudahin sama cowo yang ini… tujuan gue juga kawin nomer kesekian.. yang penting lulus, mandiri financial dulu la, sist!! heh, kuliah lo juga gimane, mpok? hi hi๐Ÿ˜†

  10. Pingback: si merah jambu « pReSty LaRaSati

  11. โ€œsepertinya aku hanya korban dari masa lalumu. tapi tak mengapa, tekadku untuk menikahimu sudah bulat, semakin bulat. karena sisa cinta yang hanya kamu beri untuk suamimuโ€ฆโ€

    i like this sentence…really…dalem bgt..dan benar benar terdengar sangat tulus..
    tak copy ke blog ikie ya mbk..wkwkwkwkw

    = = = = =
    ah, ikie..๐Ÿ˜ณ
    ge ge ge.. copy aja, kie… pake krimer yang kentel, ya!!:mrgreen:

  12. Pingback: Nikah: Pending dulu euy … « Komunikasi

  13. wah jadi speechless ni dek………
    Aku dulu pernah mo nikah muda tapi keluarga yang belum siap, eh giliran keluarga yang siap, akunya malah yang g siap, makanya sekarang jadi gini HUehhehehehehhehe……………………

    Tapi emang bener kok……jodoh ditangan allah, cerita sedikit nih, dulu……pernah ada yang melamarku saat aku mau melanjutkan kuliah, dia mau menungguku dengan melangsungkan pertunangan dulu denganku, tapi aku malah menjawabnya “dikeluargaku g ada istilah tunangan, udahlah kita tunggu waktunya aja, kl emang jodoh g bakal kemanalah” dan sekarang……..hubungan yang ada masih tetap baik, malah tambah semakin baik saja.

    Nah sekarang tinggal tunggu waktunya aja nih…….Doakan ya dek…..

  14. wew, 1 tmn lg yg senasib, ada kisah hidup gagal pernikahan…
    ALLAH pasti sdh memiliki rencana atas kita smw…
    smw akan indah pada waktunya
    salam kenal dr mhsw rantau d Bandung ^^

  15. nikah…mang bkan msalah ingin or g’ingin lgi…..tpi msalah siap n g’siap nya qta…klo mang dri n hti qta g siap wt mnjlani sbuah prnikahan..jng paksakan…..semua mang bener ukhti…….tpi skdar tmbahan saran dri i….bkankah masalalu hnya utk dikenang?bkan utk djdikan bban…?

    klo bsa…ditunggu e-mail nya yach….i jga gi btuh tmen sharing….utk share ttg “pernikahan”….syukron sblumnya

    = = = = =
    ge ge ge..๐Ÿ˜†
    bener, tu.. masa lalu jangan jadikan beban..
    alhamdulillah beban masa lalu itu udah g ada lagi, ta..๐Ÿ™‚

  16. Pingback: catatan 26 Agustus 2008 « pReSty LaRaSati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s