cerita analog : kisah gajah sirkus

sirkus6.jpg

Kita semua tau kan gajah sirkus? Yup, gajah-gajah yang tampil di acara sirkus (simple bgt ya pengertiannya? He he😛 ). Gajah segedhe gambreng kq bisa sebegitu patuhnya sama manusia? Saat tidak menjadi bintang pertunjukkan, di siang hari, gajah-gajah ini pun hanya diikatkan seutas tali tambang yang di tancapkan pada sebuah pasak. Hanya di satu kakinya. Pernah g berfikir, kenapa gajah itu bisa patuh di tempatnya tanpa ada perlawanan sedikitpun untuk kabur? Padahal, kalau saja dia mau menggunakan tenaganya, jangankan seutas tali pada pasak, mobil truk saja bisa dia jungkir-balikkan.

Karena ketika dewasa, seekor gajah sanggup mengangkat beban satu ton, menghancurkan tembok. Tapi, kalau saja si gajah sirkus ini bisa diajak bicara, saat kita bertanya,
“loh gajah, elo gamau kemana-mana? Jalan2, gitu?”
Dia pasti akan menjawab, “ pengen sih, tapi ga bisa pergi gue!! Ni kaki gue diiket..”

Menurut kalian, gajah ini sebenernya bisa pergi g, kalo mau? Sebenernya dia mau pergi g? Tapi kenapa gajah-gajah sirkus ini g pergi? kalah dengan seutas tali tambang di kakinya? Aneh, kan?
Nah, ternyata, dalam sebuah penelitian ditemukan, gajah-gajah sirkus ini pada waktu kecil, sering mencoba kabur dari tempat sirkus. Tapi ketika kecil, kurang lebih selama lima tahun, kakinya dililit rantai yang diikatkan pada tiang yang kuat atau pada batang pohon. Otomatis… tiap kali mencoba kabur, si gajah kecil ini akan terjatuh dan berteriak,
“aaahh!! Sakit!! Aaahh, sakit banget!!”

Hal ini dia alami selama tahun-tahun awalnya. Ketika si gajah tak lagi mencoba kabur, maka kakinya hanya akan diikatkan pada seutas tali tambang. Cuma tali tambang doang! Kalau saja si gajah mau, Cuma dengan sebuah tiupan, tu pasak tali pasti bakal mental deh! Tapi si gajah tetep anteng aja di tempatnya.

Kenapa begitu? Ternyata sakit yang dia alami di kakinya selama bertahun-tahun ketika masih kecil, pada akhirnya membentuk alam bawah sadarnya. Di alam bawah sadarnya, yang dia pikirkan ketika dia mencoba kabur, Cuma rasa sakit di kakinya yang akan dia dapatkan. Yang ada dalam pikirannya,
“sejak dulu, tiap gue nyoba kabur, gue selalu teriak ‘aaahhh!!’ berarti tiap gue teriak ‘aaahhh!!’, itu sakit! Berarti, Kabur = ‘aaahh!!’ = sakit”

Lah, tapi, yang bilang ni gajah sirkus g bisa pergi siapa? Dia sendiri, kan, jadinya? So sekarang, seandainya kita tanyakan kenapa tuh gajah g pergi, dia akan menjawab,
“gue g bisa!! dari kecil aja gue dah buktiin kalo gue g bisa!!”, dengan nada penuh keyakinan.

Kalian semua yakin dia bisa pergi? Bisa g dia lari dari ikatan tali di kakinya? Yakin bisa, kan?! Tapi si gajah, lebih yakin dirinya tidak bisa pergi. Dan ketika kita mencoba meyakinkan dia, dia akan selalu bilang,
“gue lebih kenal diri gue siapa!!”
“gue tuh lebih tau, dari kecil gue kayak apa!!”
“udah deh, jangan ikut campur urusan gue!!”
“dari kecil gue dah coba, dari kecil gue dah tau! Udah deh, g usah ikut campur!!”

Lucu, kan?! Kita semua yakin dia bisa pergi, tapi kenapa dia tidak pergi? Karena dia berpikir, dia tidak bisa pergi. Si gajah takut untuk bermimpi, karena dia takut ngerasain sakit yang dia ingat rasanya ketika dia mencoba kabur waktu kecil dulu. Dia jadi berpikir,
“daripada gue coba kabur lagi, sakit, lebih baik gue manut, deh! nyaman aja di sini”

Lucu, kan?!
Nah, sekarang coba renungkan! Siapa ya, gajahnya? Kayaknya kita kenal g ma gajah ini? Nanti, ketika pulang ke rumah, coba ambil cermin dan berkaca, siapa tau ada gajah sirkus nampang di sana! He he

Jangan mau ya, jadi gajah sirkus! Means, jangan takut bermimpi, karena impian itu 95%-nya kesuksesan. Banyak orang bilang,
“mimpi jangan tinggi2, kalau jatuh sakit..”

Sering denger g? banyak kan yang bilang gini? tapi tau g, ternyata orang-orang sukses itu g ada yang langsung sukses. Ga ada yang kayak gajah sirkus. Mereka selalu bermimpi besar! ketika jatuh, memang kadang sakit sekali, tapi mereka tau mereka harus mencoba lagi dan lagi, terus bermimpi, dan bangkit kembali di jalan yang sama dengan perbaikan strategi untuk meraih impian besar mereka. Mereka tidak takut jatuh, tidak takut rasa sakit, tidak takut impiannya dicemooh, tidak takut gagal, mereka terus bermimpi, mimpi yang sama. Karena mereka tahu, kegagalan itu satu ibu dengan kesuksesan. G ada kesuksesan tanpa kegagalan sebelumnya.. itulah mengapa orang sukses di dunia ini hanya segelintir, jadi, kalau mau sukses, jangan mau jadi kayak orang kebanyakan.. dan jangan pernah lupa pada Allah! Bahkan Allah saja berjanji akan merubah nasib suatu kaum yang mau berusaha. Jadi, bermimpilah yang tinggi. Berpikirlah bahwa kita bisa meraih mimpi itu, maka diri kita secara otomatis akan berjalan meraih impian itu. Harus impian dan jalan yang tidak melanggar syariat n diridhoi Allah, ya…he he

Musuh terbesar adalah diri kita sendiri.
Jadi, kalau kita ingin tahu siapa musuh terbesar kita, silahkan ngaca!! v(^_^)v

4 thoughts on “cerita analog : kisah gajah sirkus

  1. Be a real u…
    Do not like “gajah sirkus”

    ^_^

    (Padahal dah sering denger di pelatihan, tapi lagi2 di ingetin ma ade ku ini… ^_^ )

    Hayo, kita bisa….!!!!!!!!

  2. Artikel senada di buku kubik leadership yangn membuat saya tertegun-tegun. Terimakasih Mbak…🙂

  3. yupz… ni cerita analog dah banyak bgt diceritain oleh para motivator, cerita yang membuat saya juga tertegun-tegun, menyadari betapa saya sering menjadi gajah sirkus..😀
    semoga kita bisa melepaskan tali di kaki kita ya…

  4. Mudah2 han kita tak seperti gajah sirkus.Karena perubahan itu perlu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s