all about architecture · karya arsitektur

Hotel SOFITEL Tokyo

11.jpgHotel Sofitel Tokyo merupakan bangunan dengan gaya Perancis pertama yang didirikan di Tokyo. Bangunan 26 lantai ini dirancang oleh Kiyonori Kikutake pada tahun1904. Yang mana mampu mengawinkan ide bentuk tradisional dengan tampilan Perancis.

 

 

lokasi

Berlokasi di distrik Taito, berdekatan dengan taman Ueno yang terkenal, hotel ini berdiri dengan keindahan arsitekturnya, terinspirasi langsung oleh kuil tradisional Jepang dan pohon kehidupan. Terdiri dari 72 kamar dan 11 suits, serta 3 lantai bebas rokok. Ruang makan informal dining yang terletak di area restoran Perancis. Cocktail bar dan 5 ruang pertemuan termasuk high-tech boardroom. Arena golf yang dekat serta arena jogging di dalam taman lingkungan hotel.

Keunikan karakteristik arsitektur grup hotel-hotel Sofitel telah mendunia. Tapi mungkin hotel Sofitel Tokyo adalah yang paling unik dari kesemuanya. Strukturnya telihat seperti 5 tumpukan trapesium. Bentuknya seperti perpaduan antara kuil Jepang dan pohon kehidupan. Ide, bentuk, struktur, material dan metode konstruksi yang digunakan pada desain bangunan ini semuanya sangatlah unik.

2.jpg

Asitekturnya menyerupai sebatang pohon. Metafora mengidentifikasi hubungan diantara benda-benda dimana hubungan-hubungan yang terjadi lebih bersifat abstrak. Dalam hal ini metafora menggunakan kata-kata “seperti” atau “bagaikan” untuk melukiskan hubungan tersebut. Meski bangunan hotel ini menjulang tinggi ke atas sendirian jika dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya, dengan pertimbangan urban desain, bangunan ini tetap selaras dengan lingkungan sekitarnya.

32.jpg Layaknya pohon kokoh yang tersaji dalam tampilan seperti di dalam hutan. Pendekatan proyek perencanaannya pun berdasar pada konsep yang sama. Sebagai contoh, menara bangunannya dengan bagian kor yang ditempati oleh elevator dan shaft utilitas, layaknya penggambaran sebuah batang pohon. Kamar-kamar tamu tampak seperti cabang pohon yang langsung terikat pada kor tanpa koridor. Hotel Sofitel merupakan sebuah proyek ekstrim yang telah meniadakan pengaturan baku mengenai proporsi lantai, uji pengaturan angin, serta kebutuhan akan cahaya.

 

 

41.jpg Salah satu ciri – ciri yang paling menonjol dari bangunan tersebut adalah struktur bangunan utamanya yang telihat seperti 5 tumpukan trapesium-trapesium yang berakhir dengan menara yang berada pada sisi paling atas bangunan. Dimana trapesiumtrapesium tersebut merupakan unit kamar tidur hotel. Unik. Menara bangunannya dengan bagian kor yang ditempati oleh elevator dan shaft utilitas, layaknya penggambaran sebuah batang pohon. Kamar-kamar tidur hotel tampak seperti cabang-cabang pohon yang langsung terikat pada kor tanpa koridor. Dimana trapezium-trapesium tersebut merupakan unit kamar tidur hotel.

 

 

5.jpg Tampak depan dan belakang bangunan dihiasi oleh jendela kaca. Hal itu bertujuan untuk memaksimalkan bukaan dengan view timur kearah taman Ueno dan View barat kearah kampus Universitas Tokyo. Kedua daerah tersebut penuh ditumbuhi oleh pepohonan yang kesemuanya memiliki pemandangan yang indah.

Desain arsitektur bangunan ini memperlihatkan refleksi dari fungsi hotel itu sendiri dan mencerminkan keselarasan dengan lingkungan sekitarnya, yaitu kompleks taman Ueno serta kompleks kampus Universitas Tokyo, yang notabene merupakan kawasan rimbun, yang penuh dengan pepohonan. Untuk itu tidak mengherankan jika bangunan di desain dengan tuntutan fungsi dan peran terhadap lingkungan, serta teknik yang cukup rumit.

Material bangunan khusus menggunakan baja dan beton pada bangunan utama, serta kaca pada bangunan penunjang. Hal ini tampak pada sebagian besar eksterior bangunan. Pemakaian material tersebut merupakan salah satu hasil teknologi mutakhir pada masa itu.

7.jpg

Kompleksitas tampak pada eksterior bangunan utama ternyata tidak membuat rumit peruangan yang ada di dalamnya, yang merupakan unit-unit kamar hotel. Kesederhanaan tampak pada bangunan penunjang justru mengakomodasi adanya variasi dari ruang – ruang yang ada didalamnya. Yaitu dimanfaatkan untuk menampung kegiatan yang bersifat semi publik dan fungsi sosial, seperti wedding hall, hall perjamuan, ruang konferensi dan resepsionis.

 

11.png

10.png

Ternyata ide desain untuk serta lantai bawah tanahnya pun juga menggambarkan keunikan. Di dalam 30m2 ruangnya didesain dan difungsikan sebagai hall perjamuan , wedding hall, serta area parkir Lantai basement tersebut lebih berfungsi sebagai fasilitas publik pada bangunan yaitu sebagai area parkir, hall perjamuan , serta wedding hall.

8.jpg

Variasi kamar tamunya mengekspresikan pengulangan pada setiap empat lantai. Setiap empat lantai membentuk sebuah unit sebagai sistem servis. Bayangan bentuk bangunan ini tampak seperti bangunan pagoda berlantai lima, mungkin dari sanalah kebanyakan orang mengekspresikannya sebagai gambaran banguanan pagoda dengan lima lantai. Dimana pagoda tersebut salah satunya berada di daerah Ueno.

(sumber : tugas MPA3, by yoshua Rungkuti, diedit Presty ^_^)

Advertisements

24 thoughts on “Hotel SOFITEL Tokyo

  1. Semakin membuat saya menyesal dan kepingin …
    Menyesal .. ? kenapa dulu saya tidak jadi masuk Arsitektur ..
    Kepingin … ? … ya kepingin ke Jepang dan nginap di hotel itu lah ..

    Ah … (*menerawang mode on*)

    >>tjuph tjuph tjuph…
    sudah saya bilang om, g usah menyesal.. kan dah dapet ponakan yang cantik si calon arsitek ini
    *hi hi, NARSIS*
    kepingin ke sana om? jangan om… bener deh, jangan…
    jangan nduluin saya ya! harus saya duluan… he he 😀

  2. Kapan kita kesono Ty 😉
    *merafal mantra spy kau tidak jadi hiatus, terkait dari smsmu yang menitipkan blog ini padaku* 😆

    >>kita pasti akan kesana bun! ntar presty kabar2in bun2 deh… he he 😀
    btw, hi hi.. apa mantranya bun?
    GPP lah bun, kan bunda mo memaksimalkan pemakaian speedy baru…
    jadi titip blog ya..
    😆

  3. Kalo kaka bikin rumah
    Siap ga jadi arsiteknya?
    *Ualah, sok bisa punya ruma* 🙂

    >>tenang akh, pasti suatu saat bisa bangun rumah sendiri kok
    *biar presty tetep dapet proyek rumah akh achoey… he he:D *

  4. tampak perspective-nya yang ku sukah, gmn kalo qta rencanain bareng2 ksana?
    nabung brapa lama ya? insa Alloh bisa!

    >>pasti bisa, gada yang g mungkin, apalagi klo Allah udah ngijinin..
    ya g, beh?
    hayu.. ber-rame2 qt serbu hotelnya!!! he he 😀

  5. Klo modelnya kaya gitu…. dimana ya letak titik beratnya….?
    *ambil kertas, coret-coret berapa posisi X-Y nya*

    >>kok susanh2 mba muti? titik bebannya ada pada core-nya (inti bangunan)!
    he he…
    *sok pinter, padahal klise bgt jawabannya 😛 *

  6. menurutku masih kalah indah sama rumah lebah

    *bukan maksud meremehkan bangunan hotel itu loh, tp aku ttp kagum sama rumah lebah. arsiteknya sangat hebat*

    >>klo si arsitek yang itu mah, gada yang nyaingin, mas… 🙂

  7. q jadi pngin ksana ni mbak…
    mbak, kpan2 jelasin tentang teorinya gottfried semper ( materialisme dan ketiga momen spatial ) trus bangunan apa aja yang nganut aliran itu…

  8. hi…hi kebetulan kulh di arsitek jg nih.
    keren mbak infox bs nmbh wa2san gt,karna kebetulan aku seneng bgt liat2 karya2 arsitek yang top…
    maju terus …………

    1. mnrut aku itu analogi bahasa/linguistik metafora..Sebuah gaya bahasa arsitektur yang membawa, memindahkan dan menerjemahkan kiasan suatu obyek ke dalam bentuk bangunan (ruang tiga dimensi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s