behind the scene Ayat-Ayat Cinta

(Ayat-Ayat Cinta di mata para arsitek)

ada artikel menarik yang saya dapatkan dari forum arsitektur UNS. ternyata, para arsitek juga membahas film ini. bukan dari sisi jalan ceritanya (rasanya arsitek juga g begitu pinter menelaah mengenai cerita suatu filmπŸ˜€ ), tapi membahas tentang hubungan dari pembuatan film tersebut terhadap bangunan herritage (bangunan sejarah budaya yang dilindungi, red) mau tau apa yang dibahas?πŸ˜‰ just for our information… (mencoba melihat dengan kacamata arsitek) (presty ceritanya lagi pengen nggaya sebagai calon asitekπŸ˜› )

Ayat-Ayat Cinta Merusak Bangunan Bersejarah
Oleh : E. Widiyati 26-Mar-2008
06:34:35 WIB

KabarIndonesia – Film produksi dalam negeri yang kabarnya mampu menarik dua juta penonton pada minggu pertama ini, ternyata menimbulkan dampak negatif pada proses pembuatannya.

Seperti kita ketahui, film laris besutan Hanung Bramantyo ini menggunakan setting di Lawang Sewu – Semarang yang disulap menjadi lokasi seperti di Mesir tempat tokoh Fahri menuntut ilmu.

Pada proses pembuatan setting inilah terjadi perusakan pada bangunan bersejarah Lawang Sewu. Tembok-tembok kuno dipaku, daun pintu dilepas, diganti kacanya dan dicat ulang adalah sebagian dari daftar β€˜dosa’ yang dilakukan kru film ini. β€œTindakan tersebut jelas-jelas merusak orisinalitas Lawang Sewu. Jika tindakan tersebut dilakukan di luar negeri, pelakunya akan langsung didenda dan dipenjara!” kata Ir. Rizal Syahrial, seorang pemerhati bangunan bersejarah yang berdomisili di Semarang.

Lawang Sewu yang dibangun sejak 1908 adalah karya JF Klinkhamer dan BJ Quendag dari Belanda. Bangunan ini memiliki nilai historis, desain arsitektur maupun interior yang amat tinggi. Awalnya gedung ini adalah kantor pusat Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada 1864. Setelah kemerdekaan, kemudian dimanfaatkan sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia. Pada saat pertempuran lima hari meletus di Semarang tahun 1945, Lawang Sewu dan sekitarnya digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembantaian. Karena itu, hingga kini kesan angker masih melekat pada gedung tua ini.

Tak hanya Ayat-ayat Cinta yang pernah menggunakan Lawang Sewu sebagai lokasi shooting filmnya. Film horor berjudul sama: Lawang Sewu – Dendam Kuntilanak yang juga diproduksi oleh MD Pictures telah turut andil pula pada kerusakan yang terjadi pada bangunan kuno ini. Padahal menurut UU no 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya disebutkan bahwa tindakan merusak benda cagar budaya, termasuk mengubah warna atau bentuknya, akan dikenai sanksi pidana. Pihak Pemkot Semarang sendiri juga sudah memperkuatnya dengan SK Wali Kota 650/50/1992, bahwa Lawang Sewu adalah salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang dilindungi.

Ir. Rizal Syahrial selaku aktifis di Komunitas Inisiatif Telaah Arsitektur (KITA), amat menyayangkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap bangunan-bangunan bersejarah di kota Semarang. Padahal kota ini dikenal hingga manca negara antara lain karena sejarah dan bangunan-bangunan kunonya yang bernilai tinggi. Sebut saja seperti Sam Po Kong yang dikenal lewat legenda Ceng Ho, maupun pasar Johar yang merupakan karya arsitek terkenal Thomas Karsten.

Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang ini juga berpendapat: β€œBangsa yang besar, adalah bangsa yang mengingat sejarahnya. Kita semua ada karena sejarah masa lalu. Sejarah ini bisa dipelajari antara lain dari bangunan-bangunan bersejarah yang ada. Jika bangunan bersejarah itu kita rusak sendiri, bagaimana tanggung jawab kita kepada keturunan kita nanti?”

*Penulis asli adalah Mien Setiawan seorang pemuda yang berjiwa artistik asal Semarang, dan penggemar benda-benda bersejarah.

28 thoughts on “behind the scene Ayat-Ayat Cinta

  1. walah , saya baru tahu.
    nyokkk , kita jaga dan lestarikan nyang belum rusak
    nyokkk
    udah di link coba liat

    >>b4, syukron bang, udah menyelamatkan pertamax dari si pepiπŸ˜†
    iyah, bangunan sejarah itu kan jati diri kita, nyok dijaga!
    btw, dah di link? asiiiiikkkk!!πŸ˜€
    *joget2 g tentu*

  2. yahhh kedua lagi😦

    >>wa ha ha haπŸ˜†
    terimakasih buanyaaak buat bang said yang menyelamatkan posisi pertamax dari pepi..
    xi xi xi:mrgreen:

  3. lom nonton pilemnya

    >>cappe deeehhh..πŸ˜†

  4. pengen hatrick

    >>*nyiapin peralatan tempur*πŸ‘Ώ

  5. pulang ahhhh cape … mo bo2

    >>dah, pulang sanah..
    hush hush!!πŸ˜€

  6. skalian ahhh biar genap 5 komen ( hahhh masa 5 dibilang genap ??? )

    >>pepppiii!!!!!
    *langsung k blog pepi buat ngobrak-abrik*
    *sangaaaar*πŸ˜†

  7. Komen keenamπŸ™‚
    Sekalian bikin rusuh
    Ga bawa godam Kok

    >>beneran bun gbawa GODAM?
    *ngintip g percaya memastikan*
    laaahh.. tapi ketapelnya dah siap di jepretin!!πŸ˜†

  8. Komen Ke tujuh
    Lawang sewu rusak ?
    Apa ‘penghuni’nya ga marah ?

    >>belom dapet kabar bun..
    soalnya katanya ‘penghuninya’ belom nontonπŸ˜†

  9. Komen Hattrick !
    YESSSSSS !!!
    Penghuninya ga bakal marah tu Ty, wong saiki dia lagi di Medan.
    Kunjungi aja http://www.masmoemet.wordpress.com
    Secara, dia juga belum nonton, jadi mana tau kalo ‘rumahnya’ dirusak kru AACπŸ˜†

    >>:lol:πŸ˜†πŸ˜†
    *sampe sakit perut ketawanyah*
    iya, pantesan comment dianya lemes. secara, dia was2, “beneran g ya, rumah gue dirusak?”πŸ˜€

  10. lawang sewu..?
    hmm… syerem…πŸ™‚

    >>aahh.. yang bener? soalnya kemarin ada berita penghuni lawang sewu takut sama mz TEHAHA
    (lebih serem katanya)πŸ˜†

  11. belum sempat nonton pilemnya, tapi dari cerita kawan2 di milis, pilemny katrok bin kampungan. apa benar?

    bukannya shooting di al azar university, mesir? kok di semarang? halah…

    >>kampungan?katrok?
    lucu, belom nonton, mz iqbal dah ngritikπŸ˜†
    walah.. g ikut2an aahh… xi xi
    yang pasti, cinta produk dalem negeri lahπŸ˜€
    sebagian diambil di sini, mz…πŸ™‚
    *main k blog mz iqbal aaahhh…*

  12. Ooo gitu…. no comment [lah ini apa bukan comment?]πŸ˜‰
    BTW Lestarikan budaya kita! ………………..

    >>πŸ˜†
    ho-oh!!

  13. Baru tahu aku , but makasih ya infonya

    >>sama-sama…
    sama-sama…πŸ™‚

  14. Pertama Kali Lari Ke Blog Ini adalah Avatarnya… Lucu dan Manis banget

    >>he he, ketipu avatarnya ya, mz?πŸ™‚
    aselinya lebih manis kok
    *NARSIS mode : ON*πŸ˜†
    sering2 lari ke blog ini ya mz (mampir,red)πŸ˜€

  15. waaaahhh.. ternyata!!! baru tau dirikuwww…

    >>dah tau, to?πŸ˜›
    nyox, kita jaga bangunan sejarah milik kita!
    *berapi2*
    (awch!!panas!he heπŸ˜€ )

  16. itu penghuninya belum tau juga ?
    tumbenπŸ˜†

    >>πŸ˜†
    iya tu bun… dia mah berlagak g ngeh sekarang..
    (apa emang di pepi rada lemot?πŸ˜› )πŸ˜†

  17. Wew… baru tau kalo AAC merusak sejarah. gini nih kalo mo hasil instan tanpa memikirkan efek sampingnya.

    >>iya tuh..
    *sampe monyong mulutnya*πŸ˜›

  18. ” ngomong-ngomong Raja Jin di lawang sewu udh dikasih tau belum sama pak Ir.Rizal kalau bangunan tempatnya dibongkar-bongkar sebagiannya ?”

    >>nah itu dia yang saya dan bunda menik obrolkan mz paundra..
    si pepi pura2 g ngerti soalnya… padahal dia dah baca artikel ini
    xi xi xiπŸ˜†

  19. HHHmmm …
    Begitu ya Prest …
    Baru tau aku …

    Tapi ya sudahlah … mudah-mudahan tidak diulangi lagi untuk yang akan datang …

    Salam

    >>iya, om.. sedih, ya?😦

  20. bener2
    dasar arsitekπŸ˜€

    >>he heπŸ˜†
    kan sekali2 mo nggayaπŸ˜€

  21. afwan mbak..
    dirku fastreader…

    >>*bingung, kok minta maaf..*
    dimaafin deh..πŸ˜†

  22. Sudah lama kepengen nonton ini film, masalahnya sampai sekarang masih belum punya waktu juga😦 … mungkin lusa kali ya … saya harus jadwalin nih …

    >>tjuph tjuph tjuph…
    ntar klo dah nonton, ceritain ya, pak…πŸ˜€

  23. wah, bagus tuh, bisa melestarikan budaya

    >>makanya, yuk ikutan melestarikan budaya!πŸ™‚

  24. gitu yah mbak…jadi nambah ni wawasannya, seharusnya sih gak perlu meruk yah😦

    lam kenal mbak dari tetangga sebelah

    >>iya tuh, sedih kan ngeliet budaya kita dirusak bangsa sendiri??😦

    salam kenal juga…πŸ˜€
    *ngeliet bilik sebelah*
    gada kamu tu, mel..πŸ˜†

  25. Wah, tu penghuni lawang sewu ape kagak berang tu die dioprak aprik singgasana nye? *bhs medan ape betawi kieπŸ˜€

    >>nah itu dia, penghuninya lagi merantau ke medan mba.. si pepi namanya. dia sih dah dikasih tau, tapi dia masih sok cuekπŸ˜›

  26. …Wah Wah kok Parah yaakk… *sedih* jangan2 nanti situs bersejarah di jamah semua… hiks… hiks…

    >>makanya itu mz joey, yuk kita sama2 pasang perisai untuk melindungi situs2 bersejarah itu!!πŸ˜‰

  27. Dear Presty,

    boleh kenalan..?

    Aku tau blogmu secara aku browsing tentang joglo..
    Kmu mendalami tentang joglo ya..?

    Aku berkecimpung jual bli joglo di kudus.

    eh, aku jg pngin bisa bikin blog yg bagus kayak kamu (hehe, sori agak gaptek)

    balas ya..

    >>ge ge geπŸ˜†
    *tersipu dipuji mz sultan*
    bales k email mz sultan aja ya….πŸ™‚

  28. Mungkin memang salah mereka, lain kali kita jaga kelestarian milik bangsa kita.
    agar lain waktu tidak terulang…
    tapi kita harus mengambil sisi positifnya….
    kalo kalian dah baca novel atau liat filmnya, dari situ kita sebagai orang muslim bisa mengambil hikmahnya. dan kita akan bangga akan hal itu….
    maaf untuk yang beragama lain………

    >>lah, itu tau…πŸ˜€
    iyah, emang bener tuh…
    *manggut2*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s