impian dan kenyataan

ini cerita tentang impian dan kenyataan. tentang impian yang terlihat jelas di depan mata, tapi harus tergeser oleh kenyataan..

ada satu impian saya yang pada awal tahun ini terlihat nyata di hadapan saya : meroketkan karier MUA saya dengan memiliki salon sendiri yang terletak di daerah yang sudah lama saya incar. apalagi ide ini didukung oleh partner saya yang potograper dan partner lain yang punya rental kostum. ya, kami bertiga memang sudah sering barengan kolaborasi dalam beberapa project. dan saya melihat, bila kami bertiga bisa berkolaborasi dalam satu lokasi, jelas peluang usahanya bagus sekali! kebetulan kami bertiga belum memiliki lokasi yang strategis untuk usaha kami. nah, lokasi baru yang kami incar, kami rasa sangat sangat pas untuk kolaborasi usaha kami. sebuah rumah yang akan kami jadikan satu showroom dan bengkel kerja kami bertiga. dan saya senang sekali ketika orang tua dan kakak saya mendukung rencana kami. rencana untuk memindahkan salon yang vakum di rumah ke lokasi yang kami impikan, menjadikannya lebih greget.

rencana telah disusun, mulai dari mau pake modal darimana, mau usahanya seperti apa, pembagian space kerjanya bagaimana, perjanjiannya bagaimana, dll.

TAPIIII ada satu hal yang masih belum mulus: ijin dari suami saya. saya tau, usaha salon saya memang sudah saya mulai sebelum saya menikah. tapi saya ingat salah satu dari 7 keajaiban rejeki yang utama dari Ippho Santosa adalah : restu sepasang bidadari. restu dari bidadari yang satu sudah didapat. tapi restu dari bidadari satunya, suami saya, belum berhasil saya kantongi. wuihh, berat sekali meyakinkan suami saya. ya, memang di usaha sebelumnya saat saya masih kuliah, saya sempat gagal. usaha kafe funny fruity. tapi kegagalan tidak menjadikan saya putus asa berwirausaha. justru dari kegagalan itu saya jadi banyak memetik pelajaran berharga untuk memulai usaha lainnya. tapi semangat saya dan rencana matang saya belum cukup untuk membuat saya mengantongi restu dari suami saya untuk mewujudkan impian saya tadi.

tidak, bukannya suami saya tidak mengijinkan saya berkarier menjadi MUA, dia sangat mendukung. bukan pula karena suami saya tidak mengijinkan saya berwirausaha, toh selama ini saya berwirausaha, suami tidak pernah komplain, meskipun kesibukan saya begitu menyita perhatian, sehingga mengurang perhatian pada suami yang memang jaraknya jauh dari saya.

ini karena impian saya yang utama : berkumpul dengan suami. impian ini yang menghadapkan saya pada kenyataan bahwa saya harus menggeser impian meroketkan karier MUA saya untuk sementara waktu. suami saya tidak mengijinkan saya karena menurutnya, dalam 2 tahun (kebetulan kontrak gedung yang saya dan partner saya impikan harus 2 tahun) uswaha itu masih susah untuk stabil. kalau saya mau fokus 2 tahun ke usaha, maka saya harus mengesampingkan impian berkumpul secepatnya dengan suami saya. karena menurut suami saya, pastilah sulit meninggalkan usaha yang belum stabil.

awalnya saya sedih dengan keputusan suami saya untuk tidak merestui impian saya, walaupun segala alasan telah saya kemukakan. tapi berhubung restu itu sangat penting, mau tidak mau, saya mngikuti kata suami. patuh pada suami pun merupakan pahala bagi saya, bukan? dan saya yakin bahwa Allaah tidak akan diam melihat keikhlasan saya mematuhi suami saya. saya yakin, rejeki itu datangnya dari Allaah. bukan pula berarti impian saya memiliki salon yang ramai lantas tergeser dan jatuh, tidak. saya yakin, suatu saat, bila saya mengantongi restu suami, yang saya yakin akan saya dapatkan, untuk impian saya memiliki salon, maka Allaah akan membuat saya meroket meraih impian saya.. ^^

ah, mbulet banget ya postingannya? kejebak deh kalian sampe bawah bacanya. ya, awalnya keren banget tu prolognya ciiintt, walo akhirnya ga penting banget buat dibaca. hueheheee..  tapi inget kan, ini blog saya, jadi saya bebas mo cerita apa aja, ngomong apa aja. hahahaaa… :devil:

see u gals, jangan berhenti bermimpi yaaa!!!

3 thoughts on “impian dan kenyataan

  1. Betul tuh, restu suami sangat penting. Nurutin keputusan suami juga pasti suatu saat bakal dapat imbalannya. Eh…serius bener komenku:mrgreen:

  2. salam kenal yaaaa…modah2an impiannya menjadi kenyataan yaaa…

  3. menarik ceritanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s