:: Untouched Wheelchair ::

Kelopak matanya tak sepenuhnya terpejam. Masih cukup jelas terlihat pupilnya yang legam menyala. Sambut isak bapak dan tangis adikku kuacuhkan sesaat di depan pintu ketika aku sampai di rumah ini. Aku hanya mampu mematung, tidak berkata-kata dan hanya diam, mencoba dengan dini mengikhlaskan kepergiannya tanpa menyentuhnya. Aku ikhlas. Hanya di dalam hati, ujung bibir ini tak bisa menggema mengucapkannya, karena memang ada penyesalan yang kusimpan.

Lima jam yang lalu, aku berpamit padanya untuk kembali ke kost. Dengan jawaban yang sangat sederhana, anggukan dan gumam “he-eh” saat kuusap lengan kirinya yang membaring, dia memberikan ijin. Kupikir dia sedang benar-benar penat hingga tak seperti biasanya tak memberikan tangan kanannya untuk kucium. Dengan tanpa firasat, aku pulang dengan sedikit keriangan atas kepulangannya dari Catleya 311 sore ini. Juga kelegaan karena telah membawakan satu permintaannya, beriring dengan kabar gembira dan ucapan terima kasih padamu.

 Image

Lobi-lobi berikut paman gembul mengantarkan putaran roda ini, dengan bayangan kegembiraannya esok hari saat dia duduk di atas kursi roda itu. Tak lagi aku menunda merebahkan tubuh sesampainya di kost. Tiga jam terpejam, aku terbangun dan segera bersuci kemudian berkeluh kesah dengan menengadahkan kedua tangan penuh harap kepada Sang Pemberi Berkah.

Niat untuk berkutat pada belaian bantal tertunda saat panggilan telpon dari Bapak yang memintaku kembali. Bergegas aku meluncur. Baru 5 km berjalan, inilah waktu dia dipanggil, meski tak diungkapkan oleh Bapak yang menelepon menanyakanku dan berpesan untuk berhati-hati di jalan. Tak ada yang mampu menghalangi kehendak Sang Maha Pencipta, hingga telah kudapati dia terbujur di depanku. Matanya yang tak menutup, mengisyaratkan ada yang masih diharapkan olehnya. Mungkinkah kehadiranku yang ditunggu??

Mom will never ever use it, even touch by fingertips

Hard for me, but I try to be tough

-@yandhagtau-

3 thoughts on “:: Untouched Wheelchair ::

  1. yandhaaa.. aku nangis kan baca tulisanmu…😥
    semoga ibu selalu dimudahkan urusan akhiratnya ya, ndha. semoga kuburan ibu selalu lapang dan nyaman..
    yandha yang sabar ya. insya Allaah itu yang terbaik, ibu pasti seneng bangga banget ma anaknya..
    hadududuh, jadi nangis..😥

  2. Amin…
    Amin…
    Amin…

  3. Reblogged this on wahyutriyantosepuluhblog and commented:
    Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris).Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung.Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya.Usus bermuara pada anus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s