Birth Story of Aathifah Zafiriah, Gentle Birth ~ part.1

Alhamdulillaah, akhirnya datang juga kesempatan untuk saya membayar hutang ke diri sendiri untuk menuliskan pengalaman saya melahirkan anak pertama saya. xixixii..

New Born Baby Aathifah Zafiriah

New Born Baby Aathifah Zafiriah

9 bulan yang lalu, pada tanggal 19 Desember 2012, tepat sehari sebelum hari lahir saya, saya berhasil melahirkan putri pertama kami, Aathifah Zafiriah (Kak Riri) dengan persalinan yang gentle dan ramah jiwa. kisah kelahiran setiap bayi tentu berbeda-beda. pun halnya dengan cerita kelahiran putri pertama kami yang luar biasa menyenangkan dan membahagiakan. well, here’s me n my baby’s story…

Saya dan Gentle Birth

Pertemuan saya dengan GB (Gentle Birth) di awal kehamilan bermula dari chatting dengan seorang teman baik di dunia maya, Putri. Beliau menanyakan apakah saya sudah mengetahui mengenai Gentle Birth dan Water Birth? dan Putri pun merekomendasikan saya untuk jalan2 di dunia maya untuk mencari tahu apa itu GB. dalam benak saya, kata “gentle” dan “water” itu rasanya udah nyaman banget. maklum, saya doyan berenang. jadi ngebayangin air pas lahiran rasanya ayeemm, gitu..😀

dan benar saja, setelah tanya2 om gugel, persalinan Gentle Birth itu merupakan persalinan yang nyaman, minim trauma, minim rasa sakit, menyenangkan, bermanfaat banyak untuk ibu dan bayi. big WOW banget doong! semuanya diluar bayangan saya dan cerita persalinan yang seringkali saya dengar tentang persalinan : sakit, antara hidup dan mati, penuh jeritan, cakaran, cubitan, traumatis, jahitan sana sini, dsb dkk dll. apalagi saat itu saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri, proses persalinan kala I kakak kandung saya yang “heboh”. kakak saya yang menurut saya supee sabar bin lembut dan soleha, saat itu jejeritan, mencakar suaminya, membantah tanpa sadar saat suaminya memintanya terus istighfar, dan akhirnya tetep berakhir di meja operasi (eeaaaaakk).
tentu saja hal2 tersebut berbeda jauuuuuuh (pake banget) dengan apa yang saya temukan dari pencarian tentang GB. Apa yang saya temukan saat itu menggugah nurani saya. apalagi setelah membaca dan menonton proses persalinan GB itu sendiri.

dan hasil browsing2 tersebut membawa saya berlabuh di web bidan kita, bagi saya itu adalah takdir dan love at the first sight. saya seolah mendapat bisikan dari janin saya bahwa dy ingin dilahirkan dengan gentle disambut oleh budhe yesie, di Bidan Kita Klaten (salah satu praktisi GB berpengalaman). Apalagi Klaten merupakan kota kelahiran ayah saya dan dekat dengan rumah kami di Solo (saya bekerja di Bengkulu saat itu, dan suami di Solo). dan saat Lebaran 2012 itu saya sempat bersilaturahmi ke BK(Bidan kita) di waktu yang tidak biasa(lebaran pertama, bok! hahaa), tapi tetap mendapatkan pelayanan yang super prima dari bubid. dan saat bersamaan seorang pasien yang telah melahirkan GB di sana datang membawa bayinya untuk imunisasi. dan si ibu bercerita bagaimana indahnya persalinannya saat itu. saat di imun pun, saya melihat perlakuan yang diberikan bu bidan, begitu lembut dan sang bayipun tidak menangis sedikitpun saat jarum suntik mendarat di paha kirinya. hal itu membuat keinginan saya semakin besar saat ituuntuk melahirkan di sana. tendangan kakak saat bubid melakukan USG-pun seolah memberi sinyal pada saya, dy ingin disambut hangatnya tangan budhe Yesie saat lahir ke dunia nanti..🙂

1 bulan sebelum kelahiran
Dengan ijin dsog saya, berangkatlah saya ke solo pada tanggal 16 Nopember 2012 menggunakan pesawat di usia kehamilan 36w, membawa harapan besar saya untuk dapat melahirkan gentle birth di Bidan Kita, Klaten. Nah, sesampainya di Solo di akhir kehamilan itu, harapan dan tekad saya semakin membuncah, saya merasa “mimpi” itu semakin mendekati nyata. saya pun menghubungi BK untuk menentukan jadwal kelas hypnobirthing bersama bubid Yesie.

Pertemuan pertama sebelum lahiran dengan bu Yesie kesannya.. mmm… berasa jadi tersangka yang lagi diinterogasi! hiahaahahaa. ditanyain macem2 tentang apa aja yang udah disiapin klo mau lahiran WB. mau lahiran Gentle, udah memberdayakan diri apa ajaaa? dan sayapun dengan terpaksa mengakui perbuatan saya #eh bahwa 8bulan kehamilan saya baru membaca, membaca, mencari tahu, senam hamil dikit, membaca, dan membaca. laaahhh, banyakan mbacanya, prakteknya manaaaa?? hahahaa, jadi pulangnya dikasih PR numpuk dehhh sama bu Yesie..😀
mulai dari affirmasi positif, birth plan, perineum massage, goyang inul, jalan kaki, ngepel jongkok, main2 di birthing ball, senam2 n yoga2 sendiri, endhorphin massage, dkk dll.. uakeh kayaknya yaak? tapi asik deh ngejalaninnya..😀

nahh, setelah 2x bertemu dengan kehangatan dan keramahan Bidan Kita saat kelas hypnobirthing pertama dan yoga prenatal semakin membesarkan tekad saya. saat itu suami juga terlihat mendukung keinginan dan rencana saya. namun, di minggu akhir menuju persalinan saya, menjelang janji kelas hypnobirthing kedua di BK, suami menyatakan kesangsiannya untuk saya bisa melahirkan di Klaten. bagaimana saya tidak down? di minggu2 akhir kehamilan, kenapa malah suami seolah tidak mendukung rencana yang sudah saya susun matang? ditentang oleh orang-orang sekitar bagi saya bukanlah hal yang mengganggu tekad saya, karena saya tahu untuk mendapatkan persalinan GB bukanlah hal mudah. banyak hal yang harus saya pelajari, dan pasti akan mendapat tentangan dari banyak orang karena GB bukanlah persalinan “biasa” yang sarat dengan teriakan kesakitan dan traumatik. tapi ditentang suami yang merupakan pendukung utama persalinan? rasanya sungguh mencerai beraikan semangat saya yang membuncah. bagi suami saya, dan bagi orang2 sekitar saya, melahirkan itu yang penting ibu dan bayi “sehat, selamat”. tapi bagi saya, 2 hal itu belum cukup! persalinan itu seharusnya ramah jiwa, minim trauma, menyenangkan, sehat fisik dan psikis ibu dan bayinya.

maka di pertemuan kelas Hypnobirthing kedua, saya mengikuti kelasnya tanpa didampingi suami. dan sesi kedua itupun menjadi ajang curhat saya. saya tumpahkan semua kesedihan saya, saya ceritakan down-nya saya. tapi dengan senyum hangatnya bu Yesie mampu mengembalikan semangat saya perlahan-lahan. saya diminta lebih sabar, lebih lembut menghadapi suami, lebih banyak komunikasi dengan bayi (buat kongkalikong ngerayu bapaknya, hyaakakakaa), dan lebih banyak berdoa. bu Yesie pun berpesan, bila kami memang tidak berjodoh melahirkan di BK, ilmu2 GB yang sudah saya dapatkan bisa saya terapkan dimana saja, dan saya pun harus ekstra berusaha untuk mencari provider di solo yang bisa menerima birth plan yang telah saya buat. Tapi bila memang berjodoh melahirkan di GB, insya Allaah pasti kakak ketemu juga sama Bu Yesie nanti..

Secercah harapanpun muncul lagi. meskipun hanya setitik, akan terus saya kejar. maka saya mengikuti saran bubid untuk lebih lembut. alhamdulillaah, tepat sebelum jadwal kelas HB ke3, 10 desember 2012, hati suami saya mulai melunak dan di kelas HB terakhir itu saya pun didampingi suami. saat di BK pula saya mengetahui bahwa tanggal 14-18 bu Yesie akan berada di Bontang untuk menjadi pembicara hypnoterapi. dan tanggal 21 Desember sudah berada di Jakarta. Padahal, HPL kakak 17 Desember. meskipun HPL bukan harga mati, tetep aja rasanya deg2 plass. hahaa. sayapun sejak mengetahui jadwal bubid, rajin berkomunikasi dengan kakak, memberitahukan jadwal bubid dan memintanya memilih waktu lahir terbaik. jika ingin disambut dengan tangan hangat bubid, saya memintanya untuk lahir saat budhe Yesie-nya ada di Klaten, entah sebelum atau sesudah budhe Yesie pulang dari Bontang. dan saya tetap pasrah, saya percayakan pada Bayi saya dan Allaah untuk menentukan hari kelahirannya..🙂

sepulang dari sesi terakhir HB itu, di rumah saya menikmati hari2 terakhir kehamilan dengan endhorphin massage + perineum massage bersama suami, menyiapkan tas persalinan, senam hamil, rileksasi, pelvic rocking, jalan pagi, yoga sendiri (yoga-yogaan sih, wkwkwkwk :p ), joget2 ga jelas, dan baca2 lagi dokumen tentang proses persalinan sambil makan eskrim (hahaa, soalnya BBJ di hari2 terakhir waktu itu masih 3kilo, plus minus 10%).

dan saya kembali fokus pada birth plan awal saya, yaitu :

  1. melahirkan normal di Bidan Kita Klaten, berangkat saat kontraksi mulai intens 15 menit
  2. Bila telah tiba di Bidan Kita, tetapi diperlukan tindakan medis, maka saya minta dirujuk di RSI Klaten, dengan pendampingan bidan dari BK
  3. Bila tidak memungkinkan ke Klaten, saya ingin melahirkan di Klinik Bersalin An-Nur Solo
  4. Bila telah sampai di Klinik Bersalin AN-Nur dan saya membutuhkan tindakan medis lebih lanjut, saya minta dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Solo
  5. Bila dalam keadaan darurat dan membutuhkan tindakan medis cepat, saya minta dirujuk ke RS dr.Oen Solo Baru dekat rumah saya.

Suami saya sebenarnya masih ragu dengan Plan pertama dan kedua, tetapi [mungkin] demi melihat keteguhan hati saya dan bujuk rayu saya dengan mata berbinar2 berkaca2 (hahaha, lebay), suami akhirnya memberikan dukungannya untuk saya mengikuti birth plan tersebut. saat itu, rayuan saya adalah : ijinkan saya dan bayi dalam rahim saya untuk memilih merayakan persalinan di mana dan dibantu oleh siapa. ijinkan kami untuk berusaha mewujudkannya. selanjutnya saya menyerahkan sepenuhnya pada rencana Allaah. saya tidak memaksakan keinginan saya. saya percaya Allaah punya rencana lebih baik dari saya. dan saya tetap pasrah, terhadap ketentuan Allaah, Plan manakah yang nantinya akan terwujud, saya serahkan sepenuhnya pada Allaah.

12 Desember 2013
nah, sebenarnya tanggal 12 desember adalah waktu yang saya inginkan untuk kelahiran kak riri. jadilah hari itu saya deg2 plas. siapa tau kak riri mau memilih lahir sebelum tanggal 14, tepatnya tanggal 12. kan cantik aja gitu, 12-12-12.. wkwkwk, dasar ya emak2 :p

tapi ternyata sampai detik2 menuju tangggal 13, belom ada tanda2 persalinan yang datang. sepertinya kak riri emoh lahir tanggal 12 desember. gamau dibarengin sama banyak bayi kali ya? as we know, tanggal cantik itu pasti banyak ibu2 yang memilih “melahirkan” anaknya..😀

14 Desember 2012
hyak, bu yesie resmi berangkat ke bontang! dan kak riri belum memberikan sinyal apapun. saya pikir, mungkin riri memilih lahir sepulangnya bu yesie dari bontang. berharap bukan lahir saat bu yesie di bontang. hueheheheee. tapi klopun lahir saat b uyesie ke bontang, saya ikhlas.. ^^

HPL makin deket, ibu mana coba yang ga makin deg2an? meskipun saya tahu HPL bukan harga mati, tapi tetep aja deg2an. apalagi membayangkan bidan yang saya inginkan mendampingi persalinan saya sedang tidak ada di tempat. hahahaaa..
jadilah untuk merilekskan diri, jumat itu saya memutuskan untuk jalan2 ke mall sambil hairspa bareng sahabat2 saya, Yeni dan Rossa. kebetulan, sudah lama saya memang ingin hairspa. mumpung belom lahiran. denger2 cerita, klo udah punya anak kecil, g akan ada waktu buat nyalon (bener aja dong, sampe sekarang belom pernah nyalon! hahahaa)
setelah rayu suami (selama di solo saya seperti di pingit. padahal selama di bengkulu biasa kemana2 sendiriaan. jadi tau kan gimana rasa bosennya saya d rumah aja? -___-” )
dan saya sukses ke mall bawa motor sendirian jumat itu! BIG ha ha.. :)))

saat hairspa, kapster menanyakan usia kehamilan saya. pas saya bilang udah mendekati HPL, tetiba mba-nya bilang :
“waaah, nungguin hairspa dulu tuh mba anaknya. habis spa, besok baru bersalin”
dan kalimat mba kapster kami sambut dengan tawa.. sambil dalam hati saya berkata : apa iya kak, nunggu hairspa dulu po?
:garuk2 kepala:
hasrat ngemall n nyalon bareng sahabat2 sudah terpenuhi. dan saya pulang ke rumah dengan perasaan yg lebih rileks..

dan malam itu saya tertidur lelap.. pijatan kapster saat hairspa masih terasa, merilekskan ketegangan otot2 saya. membuat saya melupakan sejenak kegelisahan menanti HPL. berusaha meyakinkan diri bahwa Kak Riri, atas ijin Allaah, sudah memilih waktu terbaiknya untuk jumpa pertama dengan saya…

lalu, menjelang HPL, waktu persalinan pun tiba.. Plan manakah yang akhirnya Allaah wujudkan untuk saya dan Kak Riri? Bagaimana cerita serunya? seperti apa menyenangkannya? Baca cerita selanjutnya di Birth Story of Aathifah Zafiriah, Gentle Birth ~ part 2 ya.. xixixi..

One thought on “Birth Story of Aathifah Zafiriah, Gentle Birth ~ part.1

  1. Pingback: Birth Story of Aathifah Zafiriah, Gentle Birth ~ part.2 | pReSty LaRaSati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s