cuma curhat · it's my space · motivation · my story · tentang cinta

Tujuh


Tujuh..

Hari ini, 7 tahun lalu, Makriri terikat dalam pernikahan bareng pak suamik. Alhamdulillaah..

Tadinya pengen cerita manis2nya rumah tangga 7 tahun ini. tapi klo dipikir2, kok banyakan ga manisnya? bahahahaha..
Ah, biasa, 7 tahun pernikahan memang berat kok. Jadi kamu yang baru setahun menikah,atau belum menikah, SABAR ya! xixixi

Makriri inget, saat 7 tahun lalu, tidak seperti pengantin lainnya, makriri menangis tersedu saat pak suami mengucapkan akad. terharu iya, bahagia iya, tapi sesungguhnya ada rasa Sedih. Karena selain makriri sadar, bahwa inilah lelaki pilihan Allaah yang harus aku patuhi, makriri juga sadar, akan memiliki masalah komunikasi yang serius dengan lelaki pendiam, tertutup ini di kemudian hari.

Betul saja
Klo sering baca konsultan pernikahan, tahun ke 1, 3, 5 pernikahan adalah masa yang berat. Tahun pertama, masalah adaptasi dari status lajang ke status suami/istri. ga begitu sulit, karena waktu itu kami masih LDR. jadi masih aja gitu berasa bukang. hahaha.

tapi kesulitannya berbeda. merasakan rindu pada suami, itu lebih berat dibanding LDR pacaran. serius! (yaah, ketahuan deh, jaman jahiliyah pacarannya sering LDR,hahaha) Apalagi tahun kedua saat mengandung Riri. benarlah apa kata Dilan, Rindu itu beraaaat. Kamu g akan kuaaat! ada tuh curhatannya di sini

Tahun ketiga, Alhamdulillaah sudah bisa kumpul dengan suami. Tapi ternyata, indahnya berkumpul dalam satu rumah dengan suami, ga seindah yang dibayangkan saat LDR. Bukan cuma harus beradaptasi dengan perubahan status sebagai suami/istri + orang tua. tapi kami harus bersusah payah membangun komunikasi yang memang kerap terjadi di tahun ke-3. Hingga tahun ke-5, masalah utama dalam pernikahan kami adalah komunikasi. Masalah yang makriri anggap perlu diselesaikan, seringnya tidak terselesaikan. Susahnya menemukan cara agar bisa mengkomunikasikan baik-baik berbagai masalah dengan suami.

Bahkan, masa kritis pernikahan kami, terjadi saat makriri hamil anak kedua. duh, gaperlu diceritain ya detailnya gmana. tapi mamak hamil dengan 1 balita aktif, yang hormonnya macam naik tornado di wahana roller coaster-nya Dufan ini, sering kali berhadapan dengan lelaki ga sensitif yang ga mudah diajak komunikasi.
entah juga mungkin bawaan hormon, yang pasti, saat itu makriri sempat kepikiran untuk menyerah.

but you know, suddenly, we are here.
berada pada tahun ke tujuh pernikahan. Apakah masalah2 yang dulu selesai? Tidak.
Tapi di tahun ke tujuh ini, kami, terutama saya, mulai menemukan cara beradaptasi dengan kekurangan satu sama lain. saya mulai bisa lebih melihat kelebihan2 suami. Lebih bisa mengontrol kapan harus membuang energi untuk berbicara dengan nada tinggi. mulai lebih selektif memilih masalah apa yang sebaiknya dibbahas dan sebaiknya tidak dibahas dengan suami. Lebih bisa memilih waktu yang sekiranya tepat untuk membicarakan masalah2 sensitif dengan suami.

Terima kasih Allaah, atas 7 tahun kebersamaan kami ini. Terimakasih atas 2 malaikat kecil kami yang selalu mewarnai rumah kami dengan keriangannya. Terimakasih atas segala berkah dan rejeki yang telah dan akan Engkau limpahkan pada kami. Terima kasih, karena hanya dengan ijinmu, kami tiba di hari ini

dan teruntukmu, pak suamik..
Terima kasih sudah menemani Makriri melewati berbagai fase dalam 7 tahun ini. Terima kasih, karena meskipun tanpa kata, Bunda tau hati Bapak penuh akan cinta buat kami. Terima kasih, meskipun Bunda sering menguji kesabaran Bapak, tapi Bapak memilih tetap bertahan.
Terima kasih, karena meski seolah tak peduli, selalu ringan tangan membantu bunda dan anak2.

Semoga dari 7 tahun ini, kita bisa belajar banyak hal, sehingga bisa memperkuat pondasi rumah tangga kita yang akan terus kita bangun di tahun2 berikutnya. Aamiin

well then,

Happy Anniversarry dear Hubby! ❤

.

.

.

with love,
untitled-1

2 thoughts on “Tujuh

  1. Barakallahu… Happy anniversary Tymbil Mas Wanto.. Semoga selalu didalam keberkahan Allah SWT,Aamiin YRA.
    Aku mah ingetnya malah jaman masih pedekate.. Jaman Airin baru lahir, ada yg curhat nangis2, tapi akunya ktiduran.. Ahahahahahahaha.
    #iyaakujahat #maafkan #khilaf

  2. menurut penerawanganku, jika komunikasi gk lancar itu bisa diakalin dengan penambahan antena outdoor, kl masih kurang bsia ditambah booster. jadi mungkin km perlu pake antena biar bisa nangkap sinyal sinyal yang kamu rasa kurang kuat … itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s