Uncategorized

Mengapa saya memilih Gentle Birth? –

Saat kehamilan pertama, saya sangat khawatir dengan pepatah : seperti apa kamu dulu, seperti itu juga anakmu kelak.
bukan apa2, berdasarkan cerita2 orang tua, saat kecil saya termasuk anak yang super cengeng, super manja, suka ngambek, dan perfeksionis. paling nyebelin pokoknya. yang kalo saja waktu itu saya tidak diterima di SMA berasrama semi militer, saya yakin sebagian besar sifat buruk itu masih akan melekat pada saya.

bukan berarti sekarang saya nyenengin banget, baik banget, atau kalem banget juga sih :mrgreen: , tapi setidaknya alhamdulillaah sebagian besar karakter saya di restart dan diinstall program baru saat SMA. di doktrin ulang.
sampai2 saya melupakan sebagian besar memori masa kecil saya yang bagian super nyebelin itu lho.. wkwkwkk

Nah, karena khawatir sekali anak saya akan menjadi saya saat masih kecil, saya mati2an mencari tahu, kira2 apa saja yang menyebabkan seorang anak bisa berperilaku demikian. Syukur alhamdulillaahnya kehamilan pertama saya, melalui info dari seorang sahabat, saya berkenalan dengan gentle birth. saya mencari tau tentang apa itu gentle birth. dan sejujurnya, hal pertama yang membuat saya begitu tertarik adalah karena menurut para pakar GB itu, kurang lebih, anak2 yang lahir dengan gentle dan minim trauma akan tumbuh menjadi anak dengan prilaku yang baik. mulai dari bayi yang anteng, hingga pribadi yang tenang secara emosional dewasa kelak.

well, mungkin tidak akan sepenuhnya terwujud sih ya klo lingkungan tempat membesarkannya juga tidak mendukung, tapi setidaknya bagi saya, itu merupakan sebuah langkah awal, dan harapan besar.

Jadilah saya berkenalan dengan komunitas gentle birth dan alhamdulillaahnya mengalami persalinan gentle dengan bidan praktisi gentle birth yang sangat konsen memperkenalkan GB kemana2.

Untuk mendapatkan persalinan GB ini jelas saja tidak gampang. karena metodenya yang out of box dan saat itu belum terlalu dikenal khalayak ramai, saya ditentang oleh orang2 terdekat saya. termasuk suami saya, di minggu2 terakhir menjelang persalinan.
tapi saya tegaskan saya keukeuh ingin mengusahakan persalinan GB di kota tetangga. meskipun akhirnya akan saya pasrahkan pada Allaah tentang persalinan bagaimana yang akan saya dapatkan, setidaknya ijinkan saya berusaha terlebih dahulu.

saya ceritakan bagaimana saya ingin membentuk karakter baik pada anak2 saya, sejak dalam proses persalinan (bahkan sejak dalam kandungan), agar anak2 saya tidak berperilaku seperti saya dahulu.

Alhamdulillaah atas ijin Allaah, anak pertama dan kedua saya bisa lahir dengan nyaman, minim trauma, minim rasa sakit. bahkan menyenangkan. meskipun belum sepenuhnya maksimal, tapi bisa melahirkan dengan tanpa jeritan dan cakaran kepada suami, untuk wanita dengan kepribadian seperti saya, menurut saya sudah merupakan suatu keberhasilan tersendiri.

dan ternyata, Alhamdulillaah saya merasakan sendiri dampak dari persalinan nyaman ini. selain banyak sekali dampak positif untuk saya dan suami (karena katanya, birth is re-birth), dampak positif juga banyak saya rasakan untuk kedua belahan hati saya. sejak lahir, keduanya tidak pernah membuat saya begadang. bayinya anteng, banyak tersenyum. perkembangannya juga lebih baik

lalu bagaimana dengan behave-nya?
Apa lantas dengan persalinan GB anak2 langsung berperilaku baik?
tentu saja tidak seperti itu cara kerjanya.
Setelah berhasil melahirkan nyaman, saya juga memaksa diri saya belajar ilmu parenting. saya memaksa diri saya belajar ilmu menyusui. saya juga belajar hypnoparenting (yang alhamdulillaah karena belajar GB, jadi lebih mudah saya terapkan). Saya mencoba berkumpul dengan komuitas ibu2 yang peduli dengan hal2 seperti ini.

Tapi tanpa GB, saya mungkin akan cuek terhadap ilmu parenting. Akan menganggap remeh aktivitas menyusui. Akan terjebak dalam inner child dalam mengasuh anak2.

Jadi, bagi saya Gentle Birth bukan hanya saat persalinan. Tapi banyak sekali manfaat yang mengikuti setelahnya..

One thought on “Mengapa saya memilih Gentle Birth? –

  1. nglairin secara gentle itu mksd-e pie mak ? apa terus terang “hei, aku nih nglairin”

    aku gagal paham tp gak mau cari tau apa itu GB hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s